Peristiwa Tuhan Yesus mengutuk pohon ara cukup mengejutkan murid-murid-Nya. Bermula dari Tuhan Yesus yang pergi ke Betania untuk menginap di sana dan pagi-pagi, Ia kembali ke kota. Pada saat itu Alkitab dengan jelas menuliskan bahwa ketika Tuhan Yesus mencari buah ara, memang belum masanya musim buah ara (Markus 21:13). Hal ini sama seperti mengharapkan teratai tumbuh di atas tanah yang kering pada musim panas. Tetapi ketika melihat pohon itu tidak berbuah dan hanya ada daunnya saja, Tuhan Yesus langsung mengutuk pohon tersebut. Keesokan harinya, pohon ini menjadi kering hingga akar-akarnya. Pertanyaannya adalah siapa yang salah? Salahkah bila pohon tersebut tidak berbuah jika belum musimnya? Atau Tuhan Yesus yang salah, tapi itu lebih tidak mungkin lagi. Ternyata pohon ara sebelum memasuki musim berbuah, ia akan mengeluarkan buah-buah awal. Buah awal ini menjadi pertanda apakah pohon ara tersebut akan berbuah atau tidak jika musim berbuah tiba. Bagi pohon ara yang tidak mengeluarkan buah awal, pohon ini tidak akan berbuah pada musimnya nanti. Buah yang dicari oleh Tuhan Yesus adalah buah yang awal.
Melalui renungan Firman Tuhan di atas, kita diingatkan bahwa Tuhan sedang mencari buah di dalam hidup kita. Berbuah berarti berbicara tentang kehidupan yang bermanfaat, bukan saja bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Berbuah juga berbicara tentang karakter kita yang semakin bertumbuh seperti Kristus (Galatia 5:22). Hidup seseorang hanya akan berbuah apabila ia tinggal di dalam Yesus dan tekun menaati perintah-Nya. Karena itu, selama Tuhan memberi kita kesempatan untuk hidup dalam dunia ini, mari kita gunakan untuk hidup menghasilkan buah-buah yang baik, serta mohonlah agar Roh Kudus menolong Anda. Dengan demikian, ketika Tuhan mencari buah di dalam kehidupan Anda, Ia menemukannya. (EK)