Saat baru berusia empat bulan, Jimmy Spagnolo didiagnosa menderita tumor otak. Tumor ini tidak dapat dioperasi, tetapi hanya dapat diterapi. Saat memberikan diagnosanya, dokter mengatakan bahwa bila tumornya mengecil setelah dilakukan terapi selama kurun waktu tertentu, maka Jimmy dapat hidup tanpa rasa khawatir. Setelah bertahun-tahun menjalani kemoterapi, dokter menyatakan bahwa tumornya semakin menyusut. Untuk merayakan kegembiraannya menjalani hari terakhir dalam rangkaian kemoterapinya, Jimmy menari dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Dia merekam momen penuh kebahagiaan ini dan mengunggahnya ke internet. Ia juga membunyikan lonceng congratulation yang ada di rumah sakit. Jimmy merasa sangat senang karena akhirnya dia tidak perlu lagi menjalani kemoterapi yang tentu bukan hal mudah bagi anak seusianya. Menari adalah cara si kecil Jimmy untuk bersyukur, atas kesembuhan yang ia terima walau belum sembuh total. Apa yang ia lakukan membuat banyak orang senang termasuk juga pihak rumah sakit tempat ia melakukan terapi.
Di dalam Alkitab ada 10 orang kusta memohon kesembuhan dari Tuhan Yesus. Menjawab permohonan mereka, Yesus memerintahkan mereka untuk pergi menghadap imam. Saat dalam perjalanan, Yesus menjadikan mereka tahir. Firman Tuhan mengatakan dengan jelas bahwa kesepuluh orang kusta itu disembuhkan Yesus semua. Tetapi, berapa banyakkah yang datang kembali dan menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yesus? Hanya satu! Kemanakah sembilan orang lainnya? Bahkan Tuhan Yesus pun mempertanyakan mengapa mereka tidak kembali. Dari peristiwa ini kita belajar, bahwa penting bagi kita untuk memiliki sikap bersyukur dan tahu berterima kasih. Setiap kali kita mengucapkan "Terima kasih," itu berarti kita menghargai apa yang telah orang lain lakukan bagi kita. Walau cuma kata yang sederhana, tetapi bila diucapkan dengan tulus akan terasa istimewa bagi orang yang menerimanya. Karena itu, jangan lupa untuk mengungkapkan rasa syukur atas apa yang kita terima, terlebih lagi mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan segalanya dalam kehidupan kita. "Merasa bersyukur dan tidak mengekspresikannya seperti membungkus hadiah dan tidak memberikannya." William Arthur Ward. (EK)