Ketika sedang beribadah dan dalam suasana penyembahan, terlihat seorang jemaat sedang menyembah Tuhan dengan sangat serius dan begitu menikmati hadirat Tuhan. Beberapa orang yang duduk di belakangnya berbisik-bisik sambil tertawa sinis. Yang seorang berkata, "Lihat saja kalau sedang ibadah dia terlihat seperti malaikat." Kemudian disambung yang lain, "Ya, tapi kalau sudah di luar nanti dia mendadak berubah jadi setan." Ternyata orang ini dikenal sebagai seseorang yang pemarah dan sangat kikir serta tidak memiliki belas kasihan pada orang lain.
Pemandangan yang demikian, tanpa disadari bisa juga terjadi dalam kehidupan kita secara pribadi. Ketika sedang beribadah, kita memiliki sikap yang penuh hormat dan terlihat sebagai seorang Kristen yang baik. Namun setelah berada di luar ruang ibadah, sikap yang kita tunjukkan sangat bertolak belakang. Inilah yang disebut dengan "aksi vs reaksi". Jangan sampai kita menjadikan ibadah sebagai tempat beraksi untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang yang menghormati Tuhan. Namun reaksi kita terhadap sikap dan perlakuan orang lain tidak terhormat. Milikilah sikap yang sama terhadap Allah dan sesama di mana pun Anda berada, agar semuanya tidak menjadi sia-sia. Ketika kita beribadah kepada Tuhan, beribadahlah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Namun ketika berhadapan dengan orang yang mungkin menjengkelkan, tunjukkanlah sikap yang sabar pada orang tersebut. Berlakulah sopan kepada sesama, maka kita juga sedang berlaku sopan kepada Tuhan. Sebab ibadah bukan hanya ketika kita duduk dalam ruang ibadah. Kehidupan yang kita jalani adalah ibadah. Setiap tindakan (aksi) maupun respon (reaksi) yang kita berikan pada setiap orang atau keadaan, menunjukkan sikap hati kita yang sesungguhnya. (EK)