Seorang teman pernah berkata kepada saya, "Jangan jadi seperti sebotol soda, namun jadilah seperti sebotol air." Awalnya saya tidak begitu mengerti maksud perkataannya, namun setelah dijelaskan saya baru mengerti bahwa ia sedang berbicara tentang anger management (Mengelola Emosi). Botol itu diibaratkan sebagai diri Anda. Soda dan air melambangkan emosi dan reaksi yang ada di dalam diri Anda. Dunia luar akan mengguncang Anda dengan persoalan, musibah, dan lain sebagainya, kapan saja dan terus menerus. Jika emosi Anda seperti soda, ketika tutup botol dibuka, maka Anda akan meledak dan menyemburkan amarah Anda ke segala arah. Tetapi jika emosi Anda seperti air, ketika tutup dibuka, air itu tetap sama tenangnya seperti sebelum diguncang.
Perasaan marah adalah hal yang wajar untuk dialami oleh setiap orang. Tuhan tidak melarang kita untuk marah, namun Ia ingin kita mampu mengendalikan perasaan marah dengan baik. Seperti air dalam botol, ketika diguncang air akan ikut terguncang. Namun ketika guncangan berakhir, air akan kembali tenang dan tetap tenang saat tutup dibuka. Berbeda dengan sebotol soda, yang menyimpan gejolak di dalam dirinya dan siap meledak. Amarah yang tidak dibereskan dan dipendam untuk waktu yang cukup lama, suatu saat akan menyembur keluar seperti soda. Firman Tuhan memerintahkan kita agar jangan sampai kita jatuh ke dalam dosa karena amarah kita, dan juga jangan sampai amarah kita itu berlarut-larut (Efesus 4:26). Bila Anda tergolong orang yang mudah marah, mulailah untuk belajar bersabar dan kendalikanlah amarah Anda, sebelum amarah Anda mengendalikan Anda. Mintalah Roh Kudus untuk menjamah dan memberikan kedamaian dalam hati Anda. (EV)