Saya adalah pecinta tanaman hias. Halaman rumah saya yang luas, dipenuhi oleh berbagai jenis tanaman hias. Ada beberapa tanaman yang aku tanam di dalam pot. Selain mawar, euphorbia adalah salah satu jenis bunga kesukaan yang aku tanam di dalam pot. Suatu waktu euphorbia-ku mengeluarkan kuncup-kuncup bunga berwarna merah jambu yang sangat indah. Aku pun memindahkan pot bunga itu ke dalam rumah. Namun, ibu tidak menyukai ideku. Ia takut bila keponakanku yang masih berusia dua tahun bermain dekat bunga itu tertusuk durinya. Ibu merasa ngeri membayangkan hal itu dan meminta agar aku segera mengeluarkannya dari dalam rumah. Aku dan ibu memiliki cara pandang yang berbeda. Bagiku bunga euphorbia itu sangat indah, namun bagi Ibu itu adalah sumber bahaya.
Alkitab juga mencatat dua tokoh yang memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat sebuah tantangan. Saul memandang Goliat sebagai bahaya yang harus dihindari, tetapi Daud memandang Goliat sebagai sebuah tantangan yang harus ditaklukkan. Dalam hidup ini, sering kali kita diperhadapkan oleh sebuah tantangan baik dalam pekerjaan, bisnis, keluarga maupun dalam dunia pelayanan. Sebagai contoh, bisa saja tiba-tiba pimpinan memerintahkan Anda untuk menyelesaikan sebuah proyek besar dengan risiko yang besar juga. Bila gagal, maka tamatlah karir Anda dan bila sukses maka karir Anda akan melejit. Apa yang akan Anda lakukan? Menerimanya sebagai sebuah tantangan yang harus diselesaikan atau menganggapnya sebagai masalah besar yang sulit Anda atasi. Jadilah pribadi yang optimis dan selalu melihat peluang dalam setiap tantangan. Karena jika kita menjadi orang yang pesimis, maka sepanjang hidup kita tidak akan pernah dapat melihat tujuan yang Tuhan tetapkan bagi hidup kita dibalik sebuah tantangan. Sebab sesungguhnya, tantangan yang kita alami akan membentuk hidup kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik. (EK)