Kualitas perkataan yang kita ucapkan bukanlah dinilai dari seberapa banyak kata-kata atau seberapa pintar kita merangkai kata-kata. Melainkan perkataan yang diucapkan tepat waktu serta dapat berdampak untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Perkataan yang tepat waktu ibarat anak panah yang kita lepaskan dari busurnya dan tepat mengenai sasarannya.
Dalam bacaan firman Tuhan hari ini, raja Salomo yang penuh dengan hikmat Tuhan, mengajarkan kita tentang perkataan yang perlu disertai dengan hikmat. Salomo berkata: "Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya seperti buah apel emas di pinggan perak" (Amsal 25:11). Pengandaian buah apel emas dan pinggan perak menggambarkan betapa serasi dan eloknya ketika keduanya sama-sama dipajang. Begitu pula dengan perkataan yang kita ucapkan. Jika kita mengucapkan perkataan yang tepat dan mengucapkannya pada waktu yang tepat, maka orang yang mendengarnya pasti akan merasakan kedamaian dan ketenangan. Hati yang dulunya dipenuhi dengan amarah akan digantikan dengan damai sejahtera. Contohnya, jika suami Anda baru pulang dari pekerjaannya maka janganlah Anda langsung melaporkan semua masalah yang terjadi di dalam rumah. Bisa saja suami Anda memiliki permasalahan yang banyak dalam pekerjaannya. Carilah waktu yang tepat serta tempat yang nyaman untuk mengutarakan masalah yang terjadi. Melalui perenungan Firman Tuhan hari ini, biarlah kita boleh belajar menyampaikan setiap perkataan dengan menggunakan hikmat dari Tuhan. Sehingga setiap perkataan yang kita ucapkan itu dapat memberkati dan memberikan kedamaian bagi orang lain yang mendengarnya. (FD)