Pada tahun 2010 para penambang di San Jose Mine, Cile, terjebak di perut bumi pada kedalaman 600 meter di bawah permukaan laut. Regu penyelamat yang mencari mereka nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang tersebut. Mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung. Sambil menantikan pertolongan, mereka kompak untuk saling menguatkan dan meyakinkan satu sama lain untuk tetap memiliki pengharapan.
Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernapas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Sebab pengharapan merupakan pemantik semangat dan penguat motivasi untuk meraih sesuatu yang belum kita dapatkan. Itu sebabnya rasul Paulus menasihati jemaat di Roma yang sedang mengalami aniaya dari pemerintah Romawi, agar tetap bergantung kepada Allah sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera (Roma 15:13). Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita masih menaruh pengharapan kita kepada Tuhan? Saat menghadapi masalah finansial, menderita sakit penyakit, bergumul tentang pasangan hidup, atau mungkin pernikahan Anda belum dianugerahi anak, adakah Anda tetap menaruh harapan Anda pada Tuhan? Firman Tuhan hari ini jelas menyatakan kepada kita untuk tetap berharap kepada Tuhan, sebab pengharapan di dalam Dia adalah pengharapan yang pasti dan tidak akan pernah mengecewakan. (YM)