Salomo pada masa mudanya hidup saleh seperti ayahnya, Daud. Dia hidup berkenan di mata Allah. Melihat kehidupan Salomo yang saleh Tuhan pun memberikan kesempatan kepada Salomo, untuk meminta apa pun yang dia mau. "Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu" (1 Raja-Raja 3:5). Pilihan Salomo cukup menarik, dan pasti mengagetkan orang jika mereka mendengar jawaban Salomo. Salomo tidak meminta kekayaan, Salomo tidak meminta panjang umur. Ia tidak minta berkat materi dan tidak meminta hal-hal yang berhubungan dengan pemuasan dirinya sendiri. Ia justru meminta hikmat kepada Tuhan untuk dapat menyelesaikan tugas yang berat sebagai raja Israel (lihat 1 Raja-raja 3:9).
Permintaan Salomo kepada Tuhan akan hikmat seharusnya menjadi permintaan kita juga kepada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diperhadapkan dengan berbagai macam persoalan. Kita memerlukan hikmat untuk dapat menyelesaikannya. Pernikahan yang tidak dibangun dengan dasar hikmat, akan menjadi pernikahan yang rawan konflik dan masalah. Melakukan suatu pekerjaan tanpa disertai hikmat hanya akan menghasilkan stagnasi. Demikian pula halnya dalam pelayanan, tanpa hikmat, maka pelayanan tersebut berpotensi menjadi kacau balau. Oleh karena itu, mintalah agar hikmat dari Tuhan turun atas hidup Anda. Jangan lupa juga untuk mengembangkan diri Anda dengan terus belajar dan mencoba melakukan hal-hal yang baru. Kombinasi dari hidup takut akan Tuhan dan hikmat akan membawa kita pada keberhasilan dan kebahagiaan. (FD)