Dunia yang kita hidupi sekarang ini mengalami perubahan yang begitu cepat dalam segala aspeknya. Dampak dari perubahan tersebut tentu saja mendatangkan tantangan dan masalah yang baru pula. Ide dan cara yang lama di masa lalu belum tentu bisa digunakan di masa sekarang. Manusia perlu mengembangkan pengetahuan serta keahlian yang baru untuk menyelesaikan tantangan di masa sekarang. Orang percaya pun ditantang oleh perubahan dunia ini. kita dituntut bukan hanya sekedar cerdas secara intelektual namun juga perlu cerdas secara spiritual.
Di dalam Alkitab, Salomo disebut sebagai raja yang penuh hikmat dan kebijaksanaan melebihi semua manusia yang pernah hidup (1 Raja-raja 3:12). Di bawah kepemimpinannya Israel meraih puncak kejayaannya. Bangsa Israel memiliki luas wilayah paling besar selama sejarah di dalam masa pemerintahan raja Salomo, dan pada masa itu kerajaan Israel juga memiliki sistem tata negara yang paling baik. Salomo membuat bangsa Israel berlimpah dengan persediaan pangan, rakyat menikmati kesejahteraan. Di bidang militer, Israel juga menjadi yang paling kuat dan tidak tertandingi, meski pada masa itu Israel tidak pernah berperang dengan bangsa lain (lihat 1 Raja-raja 4:21-34). Fakta-fakta ini membuktikan betapa penting hikmat dan kecerdasan dalam kehidupan seseorang. Selain bermanfaat untuk dirinya, hikmat dan pengetahuan juga memberi pengaruh yang signifikan pada lingkungan dimana orang itu berada. Banyak orang berlomba-lomba untuk mencari berkat, kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Namun mereka lupa bahwa segala berkat, kesuksesan dan kebahagiaan adalah akibat dari memiliki hikmat dan pengetahuan. Sebagai orang percaya kita patut bersyukur, karena kita telah diberitahukan jalan utama menuju hikmat dan pengetahuan itu. Firman Tuhan berkata "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian" (Amsal 9:10). Artinya, jika kita ingin memperoleh hikmat dan pengetahuan, kita harus mulainya dengan hidup takut akan Tuhan. Kejarlah hikmat dan kejarlah itu di dalam sikap hati yang takut akan Tuhan. (FD)