Jika kita mengetahui latar belakang para murid Yesus, mungkin kita tidak akan percaya bahwa mereka adalah rasul-rasul luar biasa yang dipakai Tuhan. Pada saat Tuhan Yesus memanggil kedua belas muridnya, Dia memanggil orang-orang biasa dari berbagai kalangan, status dan usia. Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes dari kalangan nelayan. Filipus seorang biasa yang cermat tapi lambat dalam mengambil keputusan. Natanael orang yang cerdas namun terkenal sering menyombongkan dirinya sendiri. Tomas si peragu, Matius si pemungut cukai (penagih hutang), profesi yang tidak disukai oleh orang Yahudi saat itu. Yakobus anak Alfeus, yang berbadan kecil dan berusia paling muda (kemungkinan berusia sekitar 19-23 tahun). Thadeus, seorang biasa yang paling pasif dalam tim Yesus. Simon orang Zelot yang berkarakter keras mewakili kaum pemberontak. Dan terakhir Yudas Iskariot, sang bendahara yang korup dan pelit.
Para murid Yesus bukanlah orang yang seharusnya masuk dalam daftar murid Yesus untuk melayani. Namun itulah hebatnya jika memiliki guru dan mentor seperti Tuhan Yesus. Mereka pun diubah menjadi orang-orang luar biasa yang mengguncang dunia dengan injil Kristus. David Agner berkata, “Pekerjaan Allah sering kali dilakukan oleh orang-orang yang kita anggap tak layak dari tempat yang tak layak pula, yakni seperti Anda dan saya. Untuk mencapai keberhasilan, kita harus mengikuti Dia yang dapat menjadikan kita penjala manusia.” Kita semua adalah murid Yesus di akhir zaman ini. Dia memilih kita untuk melayani, bukan karena kita lebih baik dan lebih hebat dari orang lain. Namun, Dia ingin memakai kita yang biasa untuk menyatakan kuasa-Nya yang luar biasa. Banyak orang masih menolak untuk melayani karena berpikir tidak bisa berkhotbah, berdoa, menyanyi dan sebagainya. Ketahuilah bahwa setiap kita memiliki karunia rohani dan talenta yang berbeda-beda. Ladang pelayanan ini begitu luas, kita dapat melayani di area yang sesuai dengan kekuatan dan kemampuan kita. Apakah Anda masih ragu untuk melayani Tuhan? (DF)