Bill Hybels, di dalam salah satu bukunya yang berbicara tentang kasih, mengangkat kisah temannya yang memiliki seekor anjing yang sangat setia. Namun, suatu waktu anjing tersebut sakit parah. Salah satu anaknya begitu merasa kasihan dengan anjing tersebut, sementara anaknya yang lain merasa biasa-biasa saja, bahkan berharap anjing itu mati. Mereka dibesarkan di dalam keluarga yang sama, orang tua yang sama dan memelihara anjing yang sama di rumah mereka. Namun yang satu mempunyai hati yang penuh kasih, sedangkan yang lain tidak. Bill Hybels sedang menggambarkan bahwa ada orang percaya yang sama-sama menerima ajaran tentang kasih Kristus, tetapi ada yang melakukannya dan ada yang tidak melakukan ajaran kasih Kristus itu.
Tuhan Yesus di saat-saat akhir pelayanan-Nya di dunia ini, pernah berdoa kepada Bapa, kata-Nya: “Setelah para murid diperkenalkan kepada kasih Bapa melalui kehidupan-Nya. Dia pun rindu para murid dapat mempraktikkan kasih yang sejati itu kepada dunia. Karena sesungguhnya Allah adalah kasih dan telah tinggal di dalam kehidupan mereka” (Yoh. 17:26). Sebagai murid Kristus, kita kembali diingatkan untuk bisa menerapkan kasih Kristus kepada sesama. Terkadang memang tidak mudah untuk mempraktikkan kasih Kristus, apalagi jika orang itu pernah melukai hati atau merugikan kita. Namun kabar baiknya adalah Firman Allah berkata bahwa kita pasti mampu melakukannya. Bagaimana mungkin? Ingatlah kembali bagaimana Tuhan Yesus begitu mengasihi kita dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita. Jadikanlah ini sebagai kekuatan saat kita mengambil keputusan untuk mengasihi. Percayalah, saat kita mau melakukan-Nya, Roh Kudus pun akan menguatkan dan memampukan kita. Hari ini, Tuhan Yesus telah memberitahukan alasan sekaligus cara yang benar untuk mengasihi sesama. Sekarang tinggal bagian Anda untuk melakukannya. (DF)