Tidak perlu punya banyak uang dulu jika ingin berbuat baik, membantu orang yang membutuhkan dan berdonasi. Seperti yang dilakukan gadis cilik bernama Abby Ross yang berusia 6 tahun berikut ini. Abby mengumpulkan tujuh ribu buku untuk didonasikan ke Semple Elementary School, tempat ibunya mengajar. Keinginan Abby muncul setelah sang ibu mengatakan bahwa beberapa siswanya di sekolah ada yang tidak mempunyai buku untuk dibaca di rumah. Abby tertegun dan bertanya kepada ibunya, apakah aku boleh memberikan bukuku untuk mereka? Sang ibu pun mengizinkannya. Keinginan Abby untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki buku adalah tindakan berbagi, sekalipun nampaknya sederhana, tetapi berdampak besar bagi orang lain.
Berbicara tentang berbagi, Alkitab mencatat, jemaat mula-mula adalah jemaat yang memiliki karakter berbagi di atas rata-rata. Mengapa demikian? Mereka masing-masing rela mengumpulkan “segala harta” mereka, kemudian dibagikan kepada saudara seiman yang membutuhkan melalui para rasul. Mereka sangat terinspirasi oleh Kristus yang rela mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Sebagai murid Kristus, seharusnya kita pun belajar untuk mempraktikkan kasih melalui tindakan berbagi kepada orang lain. Dengan melakukan hal ini, kita memenuhi salah satu dari hukum yang utama dan terutama, yaitu mengasihi sesama kita sama seperti diri kita sendiri. Namun pemberian itu harus dilakukan dengan rela hati, bukan karena terpaksa. Karena Tuhan selalu memberkati dengan limpah orang-orang yang memberi dengan tulus hati. (DF)