Tanggal 22 Juli 2013 adalah hari yang bersejarah bagi keluarga Kerajaan Inggris dan warganya. Pasalnya hari itu adalah lahirnya penerus kerajaan Inggris. Kelahiran Pangeran Goerge di Rumah Sakit St. Mary's, London, membawa sukacita yang luar biasa bagi rakyat Inggris. Berita tentang lahirnya anak pertama dari Duke of Cambridge ini tersebar luas dan memberi harapan baru bagi penerus Kerajaan Inggris. Bayi laki-laki ini langsung mengambil hati banyak orang dari seluruh dunia. Bahkan tak sedikit orang yang sengaja datang ke kediaman Pangeran William untuk menyambut kedatangan Pangeran George. Saat itu, seluruh rakyat Inggris seakan-akan hanya mengarahkan matanya pada satu hal saja, yaitu Pangeran George.
Ketika Yesus lahir, kemeriahan yang ada tidak sebesar yang didapatkan oleh Pangeran George. Meski demikian, kelahiran Yesus memiliki tujuan yang jauh lebih mulia. Dalam hal ini, kita sebagai umat yang telah ditebus-Nya, seharusnya lebih bersukacita. Allah sudah berkata bahwa, "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat. 1:21). Yesus yang lahir di kandang hina sesungguhnya adalah Raja atas alam semesta. Dia lahir untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman maut yang kekal. Pertanyaannya, apakah kita sebagai umat yang telah diselamatkan-Nya dari dosa, mau mengarahkan pandangan dan perhatian kita kepada-Nya? Natal seharusnya menarik perhatian sekaligus mengingatkan kita untuk belajar hidup sungguh-sungguh kepada-Nya. Karena tidak ada orang lain yang mau menanggung dosa kita kecuali Dia. Perayaan Natal tahun ini sudah di ambang mata. Maknailah Natal ini dengan hati yang mengasihi Dia. Percayalah, Natal tahun ini akan menjadi Natal yang penuh berkat dan sukacita besar dalam hidup Anda. (DF)