Jauh sebelum Yesus dilahirkan, ada ahli-ahli perbintangan (astronomi) dari negeri di sebelah Timur yang sudah mengetahui tentang berita kelahiran-Nya. Dengan kejelian dalam meyelidiki ilmu perbintangan, mereka menangkap ada yang berbeda pada satu bintang di langit. Hal itulah yang membuat mereka begitu antusias, begitu haus akan kebenaran yang ada dibalik bintang itu. Harga yang mereka bayarkan untuk mencari kebenaran itu pun tidak tanggung-tanggung. Mereka meninggalkan negeri dan rumah kediaman mereka. Menurut catatan sejarah, perjalanan yang ditempuh oleh orang-orang Majus kira-kira sejauh 2.500 mil (sekitar 4.000 km). Bandingkan dengan jarak dari Jakarta menuju ke Denpasar yang hanya 1.178 km. Namun, kelelahan mereka terbayar sudah ketika mereka berjumpa dengan bayi Yesus. Mereka menemukan apa yang mereka cari dengan susah-payah, dan mereka dipuaskan. Sukacita dan damai sejahtera yang tidak pernah mereka bayangkan pun mereka dapatkan. Bahkan nama mereka tercatat dalam kitab Injil dan selalu diingat di dalam kisah Natal.
Di bulan Natal ini, kerinduan dan sikap pantang menyerah orang-orang Majus patut menjadi pelajaran bagi kita. Tentu kita tidak perlu berjalan sejauh orang-orang Majus untuk mencari Yesus. Karena Yesus dapat kita temui lewat doa kapan pun dan dimana pun. Namun meski kita telah memiliki kemudahan seperti ini, sering kali kita enggan untuk bertemu dengan Yesus melalui kehidupan doa kita. Kesibukan dan rutinitas kita sehari-hari telah begitu menyita waktu. Sebetulnya bukan tidak ada waktu, tapi kitalah yang gagal mengatur waktu agar memiliki jadwal khusus untuk bertemu dengan Yesus. Seandainya kita menaruh Dia sebagai prioritas utama dalam hidup, tentu akan selalu ada waktu untuk bertemu dengan-Nya. Percayalah, jika orang-orang Majus menerima sukacita yang besar setelah bertemu Yesus, kita pun pasti akan mendapatkannya, bahkan lebih lagi. Perlindungan Tuhan, pembelaan-Nya, lawatan-Nya dan yang lebih penting adalah jiwa kita pasti akan dipuaskan dan dikenyangkan dengan segala kebaikan-Nya. Apakah Anda mau menerima semuanya ini? Bangunlah kehidupan doa Anda agar Anda dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus Kristus, Sang Raja itu, secara pribadi di dalam hidup Anda. (DF)