Failure does not shape you. The way you responds to failure shapes you (Kegagalan tidak membentuk Anda. Cara Anda merespons kegagalanlah yang membentuk Anda). Kalimat ini berasal dari seorang penulis buku laris bernama John Ortberg. Lewat kalimat ini kita belajar tentang pentingnya menentukan sikap dalam menghadapi dinamika kehidupan, khususnya kegagalan. Sekali lagi, yang terpenting bukan apa yang terjadi, melainkan bagaimana kita menyikapinya.
Meski Salomo memiliki gelar sebagai raja yang penuh hikmat, bukan berarti dia tidak pernah gagal dalam beberapa hal. Alkitab memang tidak mencatat kegagalannya secara lengkap. Tapi sebagai orang yang bijak pastilah ia telah melewati tahap proses belajar sebagaimana manusia lainnya. Salah satu buktinya, ia pernah berkata: “Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya” (Ams. 8:33). Amsal ini menegaskan tentang pentingnya mendengarkan didikan. Didikan dapat berasal dari pelbagai sumber: mulai dari ruang kelas, orang-orang yang ada di sekitar kita, dan pengalaman hidup. Mendengarkan didikan berarti memroses sumber-sumber pengetahuan sehingga bermanfaat untuk masa depan. Mendengarkan didikan berarti belajar. Belajar akan menghasilkan kepandaian dan kebijaksanaan. Salah satu penghalang utama untuk belajar adalah sikap yang merasa sudah tahu. Orang yang merasa diri sudah tahu dan tidak perlu diberitahu akan mempermalukan diri sendiri. Pengetahuan mereka lambat laun akan tertinggal dan kontribusi mereka tak lagi berarti. Apakah Anda sedang mengalami kebuntuan atau kegagalan dalam usaha atau pekerjaan Anda? Jangan terburu-buru menyerah atau menyalahkan Tuhan. Cobalah periksa kembali, adakah hal yang perlu Anda perbaiki dan pikirkanlah adakah bagian yang perlu segera Anda tingkatkan. Mintalah nasihat dari orang-orang yang ahli dalam bidangnya, yang terutama tentu meminta nasihat dan hikmat kepada Tuhan. Percayalah, jika Anda sabar dan mau terus belajar dalam segala hal, maka suatu saat nanti, kegagalan dan kebuntuan yang pernah Anda lalui, sesungguhnya adalah anak tangga menuju kesuksesan. (DF)