Suatu hari, seorang murid baru saja belajar tentang bagaimana terciptanya seekor kupu-kupu yang indah. Ia diajarkan bahwa kupu-kupu tidak serta merta terlahir seperti itu, ia harus mulai sebagai ulat yang tampilannya sangat tidak menarik, bahkan sering dihindari dan dibasmi orang, karena merusak tanaman. Kemudian ulat harus menjadi kepompong, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi kupu-kupu yang cantik. Sepulang sekolah, ia berhasil menemukan seekor ulat bulu di taman belakang rumahnya. Ia mulai memperhatikan perubahan yang terjadi hari demi hari terhadap binatang mungil tersebut. Benar saja, sang ulat pelan-pelan berubah menjadi sebuah kepompong. Tetapi, karena kasihan melihat ulat yang sepertinya menderita dan terlihat seperti hendak melepaskan diri dari balutan kepompong, anak ini berniat membantu. Ia mengambil silet dan merobek lapisan yang membungkus ulat tersebut. Sayangnya ia tidak tahu bahwa perbuatannya tersebut malah menyebabkan ulat tidak berhasil berubah menjadi kupu-kupu yang sempurna. Ia tidak sadar bahwa proses yang terlihat menyakitkan itu memang harus dilewati sang ulat untuk menumbuhkan dan menguatkan sayapnya. Alhasil, karena tidak bisa terbang, kupu-kupu itu tidak bertahan lama dan akhirnya mati.
Segala yang ada di dunia ini butuh proses. Seorang anak tidak langsung terlahir bisa berlari, ia harus mulai dari merangkak, sering terjatuh di tahun-tahun awal ia belajar berjalan. Ketika kakinya sudah cukup kuat dan terbiasa berjalan dengan stabil, barulah ia bisa berlari. Sebagai orang percaya, ujian dan tantangan hidup kerap kita temui sepanjang hidup ini. Tujuannya untuk menjadikan kita pribadi yang utuh dan sempurna (dewasa dalam iman). Hari-hari ini mungkin Anda dan keluarga sedang menghadapi tantangan yang sulit, pekerjaan dan usaha Anda sedang dalam masa krisis, sedang mengalami sakit jasmani yang tak kunjung sembuh atau sedang bergumul dengan kebiasaan buruk di masa lalu. Ketahuilah, Tuhan mengetahui semua pergumulan Anda dengan jelas. Dia mengharapkan iman Anda dapat bertumbuh dewasa melalui hal tersebut. Yang perlu kita lakukan hanya tetap percaya pada rancangan-Nya dan tetap bertekun melakukan kehendak-Nya. Hari ini, apakah Anda mau tetap setia melalui proses pendewasaan yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup Anda? (EV)