Kata hamba berasal dari kata servant, slave atau doulos (Bhs. Yunani) dan ebed (Bhs. Ibrani). Kata ini sering sekali dipakai untuk menggambarkan keadaan seorang yang sedang dalam status sebagai pelayan atau budak. Seorang hamba adalah orang yang selalu mengerjakan pekerjaan menurut kehendak tuannya, tidak ada bantah-bantahan. Seorang hamba tidak lagi memiliki "hak pribadi" atas hidupnya. Apa pun perintah dari sang tuan, dia harus melakukannya meski itu harus mengorbankan dirinya.
Berbicara mengenai seorang hamba, Maria adalah salah satu orang yang memiliki hati seorang hamba. Alkitab mencatat saat malaikat Gabriel datang memberitahukan bahwa Maria akan mengandung bayi Yesus. Maria tidak langsung menolaknya, namun di tengah kebimbangannya ia bertanya, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?" Malaikat itu pun menjelaskan bahwa Elisabet, saudaranya, juga sedang mengandung di masa tuanya. Malaikat menguatkan hatinya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Menyadari bahwa Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan, yang meminta hal ini, Maria pun berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38). Dalam jawaban ini, kita melihat ada sebuah sikap penundukkan diri yang luar biasa dari Maria. Dia telah mengambil resiko yang besar, meski menurut hukum Yahudi, seorang yang hamil di luar nikah akan menerima hukuman yang berat. Maria memilih untuk taat mengikuti perintah Allah dibandingkan kepentingan dirinya sendiri. Sebagai orang percaya, secara status kita semuanya adalah hamba Tuhan. Namun kita perlu senantiasa belajar untuk memiliki hati sebagai hamba. Bagaimana caranya? Sederhana, ketika Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu hal, responi panggilan itu dengan ketaatan. Ketika Tuhan meminta Anda untuk membaca dan merenungkan Firman setiap hari, lakukanlah itu. Ketika Tuhan berkata, rendahkan hati dan berbuat baiklah kepada orang lain, lakukanlah itu. Ketika kebenaran Firman Allah masuk dan menguasai hidup Anda setiap hari, maka kebenaran itu akan membentuk hati Anda menjadi hati seorang hamba. (DF)