If you tell the truth, you don't have to remember anything (Jika Anda mengatakan kebenaran, Anda tidak perlu mengingat apa-apa). Kalimat ini berasal dari Mark Twain, seorang penulis dengan karya legendaris The Adventures of Tom Sawyer dan Adventures of Huckleberry Finn. Prinsip yang melatarbelakangi perkataan ini sederhana: jika kita selalu mengatakan kebenaran, maka tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Jika kita berdusta, maka kita perlu mengingat dusta apa yang telah kita sampaikan agar tidak ketahuan bahwa kita berdusta. Sebuah dusta akan melahirkan dusta berikutnya. Berdusta ternyata melelahkan, sedangkan mengatakan kebenaran itu membebaskan.
Nasihat yang sama juga tertuang di dalam kitab Amsal Salomo, “Dusta akan terbongkar dalam sekejap mata, tapi kata-kata benar akan tetap sepanjang masa” (Amsal 12:19 BIS). “Dusta akan terbongkar dalam sekejap mata” bukan berarti terbongkar segera setelah orang menyampaikan dusta itu, tetapi akan tiba waktunya bagi kebenaran untuk mengungkap dusta. Kapan kebenaran itu akan muncul? Ini hanya masalah waktu saja. Kata-kata benar akan tetap bertahan sepanjang masa. Kebenaran mempunyai kekuatan untuk bertahan dalam lintasan waktu. Orang bisa saja tidak suka ketika mendengar kebenaran, tetapi kebenaran itu akan bertahan. Kebenaran tidak pernah terpengaruh dengan respon orang yang mendengarnya, baik suka ataupun tidak suka. Mengatakan kebenaran adalah investasi jangka panjang yang mungkin tidak akan terasa dampaknya sekarang. Hari ini, jika kita diingatkan oleh Firman Tuhan untuk berkata benar, mari kita menerapkannya mulai dari hal-hal yang sederhana. Lakukanlah itu dengan konsisten dan percayalah, hidup Anda akan semakin diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang. (DF)