Pada tahun 2011 yang lalu, Majalah TIME merilis daftar 15 diktator terbesar dunia. Pada peringkat 1 sampai dengan 5 diisi oleh nama-nama pemimpin diktator ternama yang diketahui berakhir tragis. Seperti Muammar Khadafi, Saddam Husein, Adolf Hitler, Benito Mussolini (Italia) dan Pol Pot (Kamboja). Nama-nama lain yang juga dimasukkan adalah Ferdinand Marcos dari Filipina dan Husni Mubarak (Mesir). Para pemimpin ini adalah orang-orang yang luar biasa, namun sayangnya mereka salah mempergunakan kekuatan dan kuasa yang mereka miliki.
Kekuasaan (kekuatan, otoritas, kedudukan) merupakan hal yang paling dicari sejak permulaan jaman. Mengapa kekuasaan begitu luar biasa menarik? Jujur saja, karena kekuasaan memberikan kesempatan buat siapa saja yang memegangnya untuk melakukan apa yang diinginkan hatinya. Namun Yesus memberikan contoh yang luar biasa kepada kita semua tentang bagaimana menggunakan kekuasaan dengan benar. Pada saat seluruh kekuasaan ada di tangan-Nya, yang pertama Dia lakukan adalah membasuh kaki murid-murid-Nya. Kekuasaan digunakan sebagai alat untuk melayani (Yoh. 13:3-5). Kekuasaan yang ada pada diri kita berbeda-beda. Ada yang sebagai pemimpin perusahaan, pemimpin dalam instansi pemerintah, pemimpin dalam sebuah pelayanan, pemimpin dalam bidang yang lainnya. Namun lepas dari semuanya itu, Tuhan ingin kita menggunakan pengalaman, keahlian kita untuk melayani. John C. Maxwell, dalam bukunya, Developing the Leaders Around You, berkata, “Seorang pemimpin yang berhasil adalah seorang yang mampu membangun kehidupan orang-orang di sekitarnya.” Pertanyaannya, apakah selama ini Anda telah menggunakan kekuasaan sesuai dengan tujuannya? Jika belum, mari kita belajar untuk menggunakan semua kekuatan, otoritas dan kedudukan yang dipercayakan kepada kita untuk melayani. Mulailah dengan melayani sesama orang percaya dalam gereja dan mengambil bagian dalam gereja lokal untuk melayani sesuai dengan talenta dan bakat yang Anda miliki. (DF)