Charleston Southern University School of Business, pernah melakukan sebuah survey mengenai penyebab yang menghambat pertumbuhan rohani orang Kristen di dunia. Mereka mengumpulkan data dari dua puluh ribu orang Kristen yang tersebar di 139 negara dengan rentang usia antara 15-88 tahun. Mereka menemukan bahwa enam dari sepuluh orang Kristen menyatakan: “seringkali” atau “selalu” sibuk dalam pekerjaan. Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan profesi, pendeta (pastor) adalah kelompok profesi yang karena kesibukannya paling mempengaruhi hubungannya dengan Tuhan. Sederhananya, profesi pendeta (pastor) yang paling kurang dalam berdoa. Bill Hybels, Gembala Sidang Willow Creek Community Church, pernah berkata, “I was so busy doing the Lord’s work, that I was destroying the Lord’s work in me.” (Saya begitu sibuk melakukan pekerjaan Tuhan sampai saya menghancurkan pekerjaan Tuhan di dalam hidup saya). Itulah faktanya, kesibukan dalam banyak hal di dunia ini telah membuat kita tidak lagi memiliki waktu untuk bertemu dengan Tuhan secara pribadi.
Kisah Maria dan Marta, mungkin akan membantu kita untuk mengerti tentang “Top Priority” dalam hidup. Maria dan Marta adalah kakak beradik yang sama sekali berbeda dalam cara mereka menggunakan waktu mereka. Marta selalu berpikir cukup banyak waktu untuk melakukan banyak hal, sementara Maria mengambil kesempatan terbaik untuk duduk dekat Yesus mengalami hadirat-Nya. Perlu diketahui, Maria melakukannya bukan karena ia bermalas-malasan, tetapi ia tahu mana bagian yang terpenting untuk segera dilakukan. Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita untuk meletakkan hubungan kita dengan Tuhan sebagai prioritas yang utama di atas segalanya. Namun bukan berarti Anda sama sekali tidak produktif dalam pekerjaan. Anda hanya perlu mengatur waktu terbaik Anda untuk selalu bertemu dengan Tuhan setiap hari. (DF)