Tidak ada orang yang suka diperlakukan tidak adil atau mendengar berita yang tidak benar tentang dirinya. Umumnya, orang yang mengalami hal demikian akan langsung berusaha melakukan pembelaan dan menepis semua tuduhan tidak benar yang dialamatkan kepadanya. Bahkan tidak sedikit yang kemudian bereaksi untuk melakukan pembalasan. Mungkin kita mengatakan ini adalah suatu reaksi yang manusiawi. Tetapi, mari kita lihat bagaimana reaksi Yesus ketika mengalami hal-hal tersebut. Dia bukan saja mengalami fitnahan dan ketidakadilan, tapi juga mengalami siksaan yang berat. Bagi kebanyakan orang, respon Yesus mungkin terkesan janggal. Ia terlihat pasrah dan menerima perlakuan tidak adil yang menimpa diri-Nya. Padahal sudah jelas bahwa penderitaan yang dialami Yesus bukanlah disebabkan oleh kesalahan-Nya, melainkan dipicu oleh kebencian serta kedengkian para imam dan ahli-ahli Taurat pada saat itu.
Matius menggambarkan penyiksaan terhadap Yesus oleh para serdadu dengan jelas. Pakaian-Nya ditanggalkan dan dikenakan jubah ungu sebagai tanda olok-olokan kepada Dia. Kepala-Nya diberi mahkota duri dan Ia diludahi, serta dipukuli kepala-Nya. Sebagai Putra Allah, Yesus tentu memiliki kuasa untuk membalas perlakuan orang-orang yang mengolok-olok dan memukuli-Nya. Namun Ia tetap diam. Respon Yesus ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Saat kita mengalami fitnahan atau ketidakadilan dari orang lain, berilah respon yang benar. Janganlah merencanakan atau melakukan pembalasan, tetapi ingat dan tetaplah taat pada apa yang telah diajarkan oleh Yesus (Lih. Mat. 5:39-45). Bila Anda sedang mengalami perlakuan yang tidak adil atau mengalami fitnahan, berikanlah respon yang benar. Buang jauh-jauh rencana untuk melakukan pembalasan, berdoalah bagi orang tersebut. Percayalah, ketika Anda melepaskan pengampunan dan doa serta mengijinkan Tuhan campur tangan dalam ketidakadilan yang menimpa Anda, Tuhan tidak akan tinggal diam. Dia akan berdiri sebagai Pembela dan akan menyingkapkan kebenaran tepat pada waktunya.
1. Bagaimana respon Anda ketika diperlakukan tidak adil atau mengalami fitnahan?
2. Apa kata Firman Tuhan tentang respon yang harus kita berikan?
Tuhan, Engkau tahu seluruh isi hatiku. Ujilah aku, Tuhan, tegurlah bila aku menyimpang dari jalan-Mu. Dengan kerendahan hati, aku mau berdoa bagi mereka yang memperlakukanku dengan tidak adil dan menyebarkan berita yang tidak benar tentang diriku. Berkatilah mereka, Tuhan. Roh Kudus, jamah hati dan kehidupan mereka, penuhi mereka dengan kasih-Mu, agar mereka pun dapat melihat kemuliaan-Mu yang ajaib itu.
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi berdoalah agar mereka diberkati dan mengalami jamahan kuasa Tuhan.