Pernahkah Anda berduka karena kehilangan seseorang yang kita cintai? Semakin dalam cinta kita, semakin dalam juga duka yang ditimbulkan dari kehilangan itu. Suka atau tidak suka, di dalam hidup ini setiap kita pasti pernah mengalami kehilangan. Apakah itu kehilangan seseorang yang kita kasihi atau bisa juga sesuatu yang kita sukai atau yang bernilai bagi kehidupan kita. Tidak ada seorang pun yang merasa senang bila kehilangan hal-hal yang demikian. Alkitab mencatat bagaimana Ayub, seorang yang saleh di hadapan Tuhan, mengalami kehilangan nyaris segalanya. Hanya dalam sekejap saja, Ayub kehilangan seluruh anaknya, harta kekayaannya bahkan kesehatannya. Yang tersisa dari hidup Ayub pada waktu itu hanyalah nyawanya dan isteri yang memintanya untuk mengutuki Allah (ay. 9). Tetapi respon Ayub sungguh luar biasa. Mengalami kehilangan yang begitu dahsyat, dia sujud dan menyembah Tuhan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan!”
Saat Tuhan mengijinkan ada sesuatu yang hilang dari dalam hidup kita, mungkin merasa Tuhan tidak adil. Kita merasa marah dan kecewa, karena Tuhan seakan-akan tidak peduli dan telah melupakan kita. Sesungguhnya, kita perlu menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dalam hidup kita, semuanya itu adalah milik Tuhan yang dipercayakan untuk kita jaga, kita rawat dan kita kelola. Bila Tuhan ingin mengambilnya, tentu itu adalah hak Tuhan. Mungkin kita berkata bahwa apa yang kita miliki ini adalah hasil dari jerih payah kita dan kita berhak untuk memiliki itu semua. Tapi ingatlah, tanpa campur tangan Tuhan yang membuat hidup kita berhasil dan menjadi sebagaimana kita ada saat ini, jerih payah kita hanyalah sia-sia belaka. Ketika kita menyadari sepenuhnya bahwa apa yang kita miliki adalah kepunyaan Tuhan dan Dia berhak atas segala yang ada di dalam hidup kita, maka kita akan mampu merespon seperti Ayub, memuji dan menyembah Tuhan di tengah kehilangan. Ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami kehilangan, jangan biarkan kasih kita kepada-Nya ikut hilang. Renungkanlah apa yang menjadi rencana Tuhan di dalam kita. Dia adalah Tuhan yang Maha Bijak, tidak pernah Dia salah dalam bertindak.
1. Apa yang Tuhan ingin Anda lakukan saat mengalami duka karena kehilangan?
2. Bagaimana cara kita orang percaya menghadapi duka karena kehilangan?
Tuhan, aku bersyukur Tuhan untuk segala hal yang telah engkau percayakan di dalam hidupku. Ajarku untuk mengerti bahwa aku hanyalah seorang pengelola di dalam dunia ini. Bukakan mata hatiku untuk melihat rencana-Mu yang indah dari peristiwa kehilangan yang kualami. Aku percaya, Roh Kudus selalu setia menemani dan memberikan kekuatan untuk menghadapinya.
YANG HARUs DILAKUKAN
Tetaplah setia mengasihi Tuhan, jangan biarkan kekecewaan menjadikan hati Anda tawar kepada Tuhan.