Akhir tahun 2004, gempa bumi berkekuatan 8,5 Skala Richter mengguncang Aceh dan menyebabkan gelombang tsunami yang dahsyat. Dalam sekejap mata, ratusan ribu jiwa meninggal dunia karena digulung ombak tsunami yang hebat itu. April 2005, gempa kembali mengguncang daerah Nias dan Sumatera Utara. Ratusan orang meninggal dunia tertimbun reruntuhan gedung yang roboh karena gempa. Bencana menyebabkan orang menjadi khawatir, takut dan sedih karena harus kehilangan sanak-saudara, bahkan ada yang trauma bila mendengar kabar tentang bencana. Bencana yang datang silih berganti, membuat sebagian orang merasa semakin cemas. Sesungguhnya hal ini sudah pernah dinubuatkan oleh Yesus ketika murid-murid-Nya bertanya tentang tanda kedatangan-Nya dan kesudahan dari dunia (Lih. Mat. 24:3-14). Lalu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi situasi jaman yang sudah semakin mendekati kesudahannya ini?
Sebagai orang percaya, kita seharusnya tidak perlu khawatir. Justru kita harusnya bersukacita, karena itu tandanya tidak lama lagi Tuhan Yesus akan menjemput kita di awan-awan yang permai. Kita juga tidak perlu takut, karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. Seperti apa yang dinyatakan oleh bani Korah dalam mazmurnya, “Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (ay. 1). Yang penting untuk kita perhatikan adalah kita harus tetap waspada, menjaga hidup kita agar selalu melekat kepada-Nya. Walaupun tidak seorang pun yang tahu kapan hari itu akan tiba, tapi satu hal yang kita tahu pasti bahwa Tuhan semesta alam menyertai kita, Dialah kota benteng dan menara perlindungan yang teguh.
1. Sudahkah Anda menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya tempat perlindungan di dalam hidup Anda?
2. Apa yang harus kita lakukan dalam menyikapi situasi dunia yang semakin menuju kesudahannya ini?
Tuhan, Engkaulah sumber kekuatanku, batu karangku, kota benteng dan menara perlindunganku. Aku mau selalu berada di dalam hadirat-Mu, karena di sanalah jiwaku mendapatkan ketenangan. Aku bersyukur kepada-Mu dan aku akan selalu mencari wajah-Mu didalam kehidupanku.
Jadikanlah Tuhan sebagai satu-satunya tempat perlindungan dan pertolonganmu. Dalam segala situasi yang mengguncang hidupmu, tetaplah berharap kepada-Nya.