"Selamat ulang tahun!" adalah ucapan yang umum kita berikan kepada keluarga, sahabat atau rekan yang merayakan hari lahirnya, yang biasanya juga diiringi dengan doa agar sehat selalu dan berumur panjang. Bagi sebagian orang, panjang umur erat hubungannya dengan hidup yang bahagia. Benarkah demikian? Lalu, bagaimana dengan orang yang tidak berumur panjang? Apakah hidup mereka tidak dapat dikatakan berbahagia? Apakah hidup dengan umur yang panjang adalah jaminan sebuah kebahagiaan? Dari Firman Tuhan yang kita baca hari ini, dicatat nama-nama dari keturunan Adam, dan usia mereka ketika meninggal dunia. Bila kita perhatikan, catatan ini memiliki pola yang berulang dan selalu diakhiri dengan kata-kata: "lalu ia mati." Hal ini menyatakan bahwa seberapa pun usia seorang manusia, toh pada akhirnya akan mati juga. Namun, di antara pola yang berulang itu, terselip catatan yang menarik tentang kehidupan Henokh. Usia Henokh memang lebih pendek dari keturunan Adam yang lain, tetapi tidak ditemukan frasa: “lalu ia mati” dalam catatan kehidupannya (ay. 23-24). Firman Tuhan mencatat dengan jelas bahwa Henokh hidup bergaul dengan Allah, dan ia tidak mati tetapi diangkat oleh Allah.
Panjang umur adalah berkat Tuhan. Tidak salah jika kebanyakan dari kita menginginkan umur yang panjang, karena kita akan punya lebih banyak kesempatan untuk melihat karya Tuhan di dalam kehidupan anak dan cucu kita. Namun, sesungguhnya bukanlah panjang atau pendeknya usia yang harus menjadi perhatian kita, tetapi bagaimana cara kita menjalani hidup, itu jauh lebih penting. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan akhir dari usianya. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengisi setiap hari-hari yang Tuhan anugerahkan kepada kita dengan hal-hal yang berarti. Jika Anda adalah orang tua, jadilah teladan bagi anak dan keluarga dalam iman. Jika Anda sebagai anak, berbaktilah kepada orang tua dan taatilah mereka. Siapa pun Anda saat ini, berusahalah untuk selalu mengisi hidup Anda dengan perbuatan yang membawa dampak bagi orang-orang yang ada di sekitar Anda dan yang menyenangkan hati Tuhan.
1. Mengapa kita perlu membangun hubungan akrab dengan Tuhan seumur hidup kita?
2. Hal-hal bermanfaat apa saja yang telah Anda lakukan yang sesuai dengan kehendak-Nya?
Bapa di sorga, aku bersyukur Tuhan untuk anugerah kehidupan yang masih Engkau berikan kepadaku. Mulai hari ini, Tuhan, aku mau untuk lebih sungguh-sungguh lagi mencari wajah-Mu. Aku mau dekat selalu dengan-Mu, Tuhan. Berikanlah aku hikmat, agar aku dapat melewati hari-hari dalam hidupku dengan tidak sia-sia. Aku mau kehidupanku dapat memberikan makna bagi keluargaku, sanak-saudaraku, seluruh sahabat dan rekan kerjaku.
Isilah hari-hari Anda dengan hal-hal yang bernilai kekal. Bangun hubungan yang intim bersama Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan, merenungkan Firman-Nya dan lakukanlah hal-hal yang berdampak bagi kehidupan orang lain.