Persisten adalah kata yang berbeda dengan konsisten. Konsisten berarti tidak berubah, sesuai dengan ketetapan atau rencana semula. Sedangkan persisten berarti ulet atau gigih dalam melakukan sesuatu secara berkesinambungan atau terus-menerus. Bila diibaratkan sebagai sebuah mobil, konsistensi adalah kemudi yang mengarahkan kemana mobil itu akan berjalan. Sementara persistensi adalah energi yang menggerakkan mobil tersebut. Dalam konteks iman percaya kita, tentu setiap kita harus setia mengiring Tuhan sampai akhir hidup kita. Iman yang konsisten adalah iman yang tidak pernah berubah. Tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Namun, untuk dapat tetap setia menjaga iman percaya kita kepada Tuhan Yesus hingga akhir hidup kita, diperlukan iman yang persisten.
Di dalam kitab Wahyu, Rasul Yohanes menuliskan pesan Tuhan kepada jemaat Smirna, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (ay. 10b). Kata “setia” yang diikuti dengan kata “sampai mati” memiliki dimensi waktu yang harus mereka lalui. Dan bila kita membaca kalimat sebelumnya, dikatakan bahwa untuk melalui rentang waktu “sampai mati” itu bukanlah dengan kondisi yang tenang dan nyaman. Dikatakan bahwa iblis akan mencobai dan akan ada kesusahan yang dihadapi oleh jemaat di Smirna ini. Tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi kita saat ini, Tuhan pun memerintahkan kita untuk tetap setia sampai mati kepada-Nya. Tantangan dan pergumulan hidup semakin hari tidaklah semakin mudah. Itulah sebabnya kita perlu memiliki iman yang persisten. Iman yang gigih dan tidak kenal kata menyerah ketika diperhadapkan pada tantangan atau pencobaan. Hiduplah sungguh-sungguh melekat dengan Tuhan, karena hanya dengan cara demikianlah akan mendapatkan kekuatan dan beroleh mahkota kemenangan.
1. Apakah yang dimaksud dengan setia sampai mati?
2. Apa kata Firman Tuhan agar kita dapat memiliki iman yang persisten?
Bapa, aku percaya segala ujian dan persoalan yang aku alami tidak akan melebih kekuatanku. Teguhkan dan kuatkanlah aku di saat imanku mulai goyah, agar aku dapat berjalan mengiring Engkau sampai akhir hidupku.
Jangan pernah menyerah pada pencobaan dan tantangan hidup. Setialah sampai akhir, tetap berharap kepada Tuhan dan melekat pada-Nya, karena dari sanalah sumber kekuatan kita.