Saya pernah jatuh terpeleset dalam sebuah acara retreat di Puncak. Saat itu saya menyusuri jalan yang menurun dan sandal yang saya gunakan ternyata tidak cukup kuat mencengkeram permukaan jalan yang licin. Keseimbangan saya goyah dan akhirnya terjatuh. Tangan dan kaki lecet, pakaian yang dikenakan pun menjadi kotor. Saat itu, ada teman yang tertawa. Ada pula yang berkhotbah panjang lebar atau ada yang tak peduli dan terus memaksa melanjutkan perjalanan. Tetapi, ada juga teman yang mengulurkan tangannya, menawarkan diri untuk membantu membawa sebagian perlengkapan saya. Ada juga yang berhenti dan menemani sampai saya siap untuk melanjutkan perjalanan kembali. Pertolongan dan kebaikan hati mereka meringankan beban saya dan membuat saya kembali bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. Bagaimana sikap kita ketika ada saudara kita yang sedang dalam kesulitan atau masalah? Apakah kita akan menasihatinya? Mentertawakannya? atau menolong dan memberikan semangat kepadanya?
Melalui suratnya kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus menasihati kita agar dengan lemah lembut menolong dan membimbing orang-orang yang jatuh ke dalam dosa untuk kembali ke jalan yang benar (ay. 1) dan saling menolong dalam menanggung beban (ay. 2a). Dalam terjemahan versi Firman Allah Yang Hidup (FAYH), dituliskan: Ikutlah merasakan kesukaran dan kesulitan orang lain (ay. 2a). Kehadiran dan pertolongan kita adalah perwujudan kasih Allah yang nyata bagi orang lain yang sedang dalam kesulitan atau masalah. Namun sungguh disayangkan, pada kenyataanya masih ada orang yang bersikap tidak peduli, bahkan mencemooh, ketika ada saudara kita yang jatuh ke dalam dosa atau sedang dalam masalah. Hal ini sama sekali tidak menolong, malah dapat membuat orang tersebut semakin jauh dari Tuhan. Hari ini, biarlah Roh Kudus menyentuh hati kita semua lewat renungan ini dan mengubah hati kita. Milikilah kasih dan kepedulian Tuhan di dalam hidup kita untuk menolong saudara kita yang sedang dalam kesulitan, sehingga kita tidak hanya berhenti pada perasaan prihatin saja.
Tuhan, berikanlah aku hati yang mau peduli kepada orang yang sedang dalam kesulitan. Berikanku hati yang lemah lembut untuk dapat membimbing saudaraku yang jatuh di dalam dosa. Aku rindu Tuhan, untuk dapat menjadi saluran kasih-Mu bagi saudara-saudaraku di dalam Kristus.
Berdoalah, minta Roh kudus memberikan hati yang peka dam lemah lembut untuk menolong dan membimbing saudara seiman yang sedang jatuh di dalam dosa atau dalam masalah.