Beberapa waktu yang lalu, perhatian saya tertuju pada akun Instagram milik teman yang berbunyi, Earth provides enough to satisfy every mans need, but not every mans greed (Bumi menyediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak untuk ketamakan setiap orang). Ungkapan ini menggambarkan keadaan manusia saat ini yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dimiliki. Bahkan, ada yang mau melakukan apa saja hanya untuk memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain.
Mari kita belajar dari kehidupan Rasul Paulus. Paulus pernah mengalami masa-masa yang sulit sekaligus juga pernah mengalami kelimpahan didalam kehidupannya. Dia tahu persis bagaimana rasanya menahan lapar, dan dia tahu juga bagaimana makan dengan kenyang (ay. 12). Namun Paulus tetap kuat, karena ia tahu kepada siapa dia berharap dan Paulus juga mengerti proses hidup yang dijalaninya. Kita perlu belajar untuk tidak mengejar keinginan, tetapi mencukupkan kebutuhan. Rasul Paulus mengatakan, Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus(ay. 19). Tuhan berjanji akan memenuhi segala yang kita perlukan atau butuhkan, bukan memenuhi segala keinginan kita. Karena apa yang kita inginkan belum tentu sama dengan yang kita butuhkan. Apakah keinginan tidak boleh dipenuhi? Tentu saja boleh, selama kita menempatkan keinginan kita pada prioritas yang benar dan sesuai dengan kemampuan kita. Apakah Anda terbelenggu oleh keinginan-keinginan Anda? Belajarlah untuk merasa cukup, karena ketika kita bisa merasa cukup dan bersyukur untuk apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita, maka segera Anda menjadi orang yang berkelimpahan.
Bapa, ajar aku untuk memiliki rasa cukup, baik di saat aku dalam kekurangan maupun kelimpahan. Berikanlah hikmat kepadaku ya, Roh Kudus, agar aku dapat mengelola berkat yang Engkau percayakan kepadaku. Aku ingin memuliakan nama-Mu dengan keuanganku.
Mulailah mengatur keuangan Anda dengan mengutamakan kebutuhan Anda daripada keinginan.