Kalau marah ia persis seperti saya, cerita seorang bapak tentang putranya. Cerita yang tentunya dapat dialami oleh tiap orang tua. Anak-anak tidak hanya mewarisi kemiripan secara bentuk fisik, tetapi juga sifat-sifat dan teladan dari orang tuanya. Hal ini akan menolong kita untuk memahami pernyataan Tuhan Yesus tentang pentingnya seseorang untuk dilahirkan kembali (ay. 3). Yang dimaksud oleh Yesus bukanlah proses kelahiran jasmani, tetapi Yesus sedang berbicara tentang pembentukkan hidup yang baru oleh Roh Kudus.
Kelahiran yang pertama melahirkan manusia jasmani. Kelahiran yang kedua di dalam Roh melahirkan manusia rohani (ay. 6). Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus menegaskan bahwa hanya dengan memiliki pengetahuan tentang firman saja bukanlah jaminan seseorang akan mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga. Begitu pula bila kita dilahirkan di dalam keluarga Kristen, itu bukan jaminan bagi kita untuk mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga. Untuk itu, kita perlu dilahirkan kembali di dalam Roh. Ciri orang yang telah lahir baru salah satunya adalah ketaatan pada pimpinan Roh Kudus dan ada buah Roh yang keluar dari kehidupannya (Bdg. Gal. 5:22-23).
Tuhan Yesus, aku memohon pengampunan-Mu, Tuhan, atas segala kesalahan dan pelanggaran yang telah aku lakukan di dalam hidupku. Masuklah ke dalam hatiku, bertakhtalah sebagai Tuhan di hidupku. Roh Kudus, tuntun aku agar aku dapat menjalani hidup yang baru untuk memuliakan nama-Mu.
Bertobatlah, percaya dan terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, agar Anda dapat dilahirkan kembali di dalam Roh.