"Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu?" Sebuah peribahasa yang menyatakan bahwa sulit untuk menduga dan mengetahui pikiran dan hati seseorang. Namun peribahasa tersebut bagi Tuhan tidaklah berlaku. Tuhan dapat melihat dengan jelas apa yang ada di dalam hati setiap manusia. Apa yang menjadi motivasi hati kita saat melakukan sesuatu, dalam melayani-Nya atau adakah agenda tersembunyi yang melatarbelakangi perkataan atau tindakan kita.
Rasul Paulus sadar akan hal tersebut, ia hidup untuk melayani Tuhan yang Maha Tahu. Dalam beberapa suratnya, ia berkata bahwa dirinya berusaha agar tetap memiliki hati yang murni (Kisah Para Rasul 23:1; 1 Timotius 1:18; 2 Timotius 1:3). Pure Conscience atau "hati nurani yang murni" di sini berarti pusat dari diri manusia yang tidak tercampur, bersih, dan tidak bernoda dari dosa. Memiliki hati nurani yang murni tidaklah mudah. Namun bersyukur bahwa sebagai orang percaya, pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib menyucikan/memurnikan hati nurani kita dan menghapus dosa-dosa kita (lihat Ibrani 9:14). Tugas kita saat ini adalah menjaganya agar tidak tercemar oleh dosa kembali. Bagaimana caranya? Kita dapat melakukannya dengan cara mengisinya dengan kebenaran Firman Tuhan. "Aku telah banyak merenungkan firman-Mu dan menyimpannya di dalam hatiku sehingga aku terhindar dari berbuat dosa" (Mazmur 119:11 FAYH). Biarlah kita yang telah menerima kebenaran ini dapat memelihara kemurnian hati nurani kita di hadapan Allah. Berdoalah dan mohon Roh Kudus untuk memampukan Anda dan berjalanlah senantiasa dalam kebenaran Firman Tuhan. (FD)