SEJAUH APA PERGUMULAN MEMBENTUK CARA PANDANGMU?

Kamis,24 September 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Yohanes 5:1-9

BACAAN ALKITAB SETAHUN

AYAT HAFALAN

Yohanes 5:7

RENUNGAN INSPIRASI

Pergumulan yang berlangsung begitu lama sering kali membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri dan juga lingkungannya. Luka, kegagalan, dan keterbatasan, menjadi jawaban yang terus diulang setiap kali ia membicarakan hidupnya. Bahkan ketika terobosan dan jalan keluar mulai terbuka, yang lebih dahulu muncul bukannya harapan dan semangat, melainkan daftar alasan mengapa perubahan itu mustahil terjadi.
Inilah yang terjadi pada pria yang telah tiga puluh delapan tahun terbaring lumpuh di kolam Betesda. Selama puluhan tahun ia hidup dalam pergumulan yang sama. Hari demi hari, tahun demi tahun, ia menyaksikan orang lain datang, memperoleh kesempatan, lalu pergi. Sementara dirinya tetap berada di tempat yang sama. Pergumulannya yang begitu panjang akhirnya membentuk cara berpikirnya. Ketika Yesus bertanya "Maukah engkau sembuh?", alih-alih menjawab pertanyaan, pria ini malah menceritakan semua alasan mengapa ia belum sembuh. Ia terbiasa dengan orang-orang yang tidak pernah menolongnya masuk ke kolam; atau orang lain yang selalu lebih dulu turun ke dalam air. Perhatikan, Yesus tidak bertanya tentang penyebab kegagalannya. Yesus bertanya tentang kerinduannya. Namun, yang keluar dari mulutnya justru alasan-alasan yang selama bertahun-tahun telah ia hafalkan. Bukankah ini juga yang sering terjadi pada kita? Pergumulan yang berkepanjangan membuat kita akrab dengan keterbatasan sehingga kita lebih mudah menjelaskan mengapa sesuatu tidak mungkin terjadi, daripada memercayai apa yang Tuhan sanggup lakukan. Kita lebih percaya pada pengalaman masa lalu daripada kuasa Tuhan yang sedang berdiri di hadapan kita. Namun Yesus tidak berdebat dengan semua alasan itu. Ia hanya memberikan satu perintah: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Perintah ini terasa sederhana, namun sebenarnya menuntut keputusan iman. Apakah ia akan terus hidup berdasarkan cerita lamanya, atau mulai melangkah berdasarkan perkataan Yesus? Terobosan dimulai ketika kita memilih percaya kepada firman-Nya daripada narasi yang dibangun oleh pergumulan kita selama bertahun-tahun. Lihat diri kita hari ini. Adakah pergumulan yang telah begitu lama kita alami hingga tanpa sadar membentuk cara kita memandang diri sendiri? Mungkin kita terus menyebut diri sebagai korban, orang yang gagal, atau orang tanpa masa depan. Jika Anda orangnya, hari ini buatlah keputusan iman. Jangan biarkan masa lalu mendefinisikan siapa Anda. Dengarkan suara Yesus yang memanggil kita untuk bangkit. Tanggalkan cara pandang yang dibentuk oleh luka dan kegagalan, lalu hiduplah berdasarkan firman-Nya. Ingat, identitas kita tidak ditentukan oleh lamanya penderitaan, melainkan oleh Pribadi yang memanggil kita untuk berdiri dan berjalan bersama-Nya. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apa pergumulan panjang yang diam-diam membentuk cara pandang Anda terhadap diri sendiri? 2. Setelah merenungkan firman hari ini, apa komitmen yang akan Anda lakukan mulai hari ini?

POKOK DOA

Bapa, terima kasih Engkau tidak mendefinisikan hidupku berdasarkan masa laluku, melainkan berdasarkan kasih dan rencana-Mu. Beri aku iman dan keberanian untuk menanggalkan segala alasan dan mempercayai setiap firman yang Engkau nyatakan. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jangan terus mengulang cerita lama yang membuat Anda merasa tidak mungkin berubah. Buatlah keputusan iman. Penuhi pikiran Anda dengan firman Tuhan, percaya dan taati itu, sekalipun keadaan tidak langsung berubah.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com