Kebanyakan orang tak ingin kelemahannya diketahui. Apalagi jika orang tersebut memiliki kedudukan atau reputasi yang bagus. Biasanya, semakin terkenal, akan semakin keras usaha seseorang dalam menutupi kekurangan dan kelemahannya. Jika sampai ada orang yang mengetahui kelemahannya, itu dianggap bisa menghancurkan reputasinya. Tapi, Paulus tidak demikian. Sebagai seorang rasul yang pelayanannya luar biasa, ia tidak berbuat demikian. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, ia menceritakan bagaimana ia memohon kepada Tuhan agar mengambil yang disebut duri di dalam dagingnya. Ada banyak tafsiran tentang duri di dalam daging ini. Ada yang mengatakan itu adalah penyakit yang dialami oleh Paulus. Tidak cuma sekali Paulus memohon hal ini kepada Tuhan, namun sampai 3 kali! Tapi apa jawaban Tuhan? Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu! Bayangkan, seorang rasul yang dipakai Tuhan begitu luar biasa, bahkan dalam Kisah Para Rasul 19:12 dikatakan sapu tangannya saja bisa menyembuhkan orang sakit, justru tidak disembuhkan Tuhan. Bukankah ini bisa menyebabkan orang menyangka Paulus kurang iman, atau ia mengalami hukuman Tuhan karena dosanya? Kita perlu bersyukur, Paulus menceritakan pergumulan serta jawaban Tuhan yang ia terima. Mengapa? Pertama, karena dari situ kita bisa memahami bahwa penyertaan Tuhan tak terbatas pada hal-hal jasmani saja. Kedua, kita bisa belajar bahwa walaupun ada duri dalam daging kita — entah itu masalah, penderitaan, pergumulan, kelemahan — kita tetap dapat bertumbuh dan berbuah. Dan yang ketiga, kita tahu bahwa kuasa Tuhan justru mengalir dan dinyatakan sempurna saat kita dalam kelemahan (Yohanes 9:3). Bahkan hamba-Nya yang luar biasa seperti Rasul Paulus pun mengalaminya. Kelemahan, masalah, dan penderitaan bukan berarti Tuhan tidak lagi beserta kita, atau bahwa Dia tidak bisa melindungi kita. Namun, semua itu justru alat Tuhan untuk menyatakan kemuliaan dan rencana-Nya yang hebat dalam hidup kita! (HS)