Kita sering berjanji pada diri kita sendiri untuk berubah menjadi lebih sabar, lebih disiplin, dan lebih menjaga kekudusan. Namun kenyataannya, perubahan tidak semudah membuat janji. Kita masih sering kehilangan kesabaran, bahkan mengulangi kesalahan yang sama. Sadarkah kita, musuh yang paling dekat dengan kita bukan datang dari luar; musuh kita adalah daging kita sendiri, "your flesh is not your friend".
Saat Paulus menyebut kata "daging" dalam bacaan Alkitab hari ini, ia tidak sedang menunjuk pada tubuh jasmani, melainkan natur manusia yang telah dirusak oleh dosa. Bagian dari diri kita ini telah lama dibentuk oleh natur dosa, dipengaruhi oleh dunia, dan terus digoda oleh Iblis. Kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, namun selama kita hidup di dunia ini, masih ada pergumulan antara keinginan daging dengan keinginan Roh yang saling bertentangan dan terus berlangsung di dalam hati orang percaya. Roh akan mendorong kita untuk semakin mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan semakin serupa dengan Kristus. Sebaliknya, daging selalu mengarahkan kita pada kepentingan diri kita sendiri. Ketika keinginan daging memenangkan peperangan dalam batin, kita akan merasa tidak sedang melakukan hal-hal yang kita kehendaki. Karena itu, daging bukanlah "teman" kita. Sebaliknya, Roh Kudus adalah Sahabat sejati yang memimpin kita pada kehidupan yang memuliakan Allah. Karena itu, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Hidup oleh Roh berarti kita senantiasa terbuka dan peka terhadap pengaruh Roh Kudus dalam diri kita. Kepekaan ini terutama dibentuk melalui firman Tuhan, doa, dan kehidupan yang terus menunjukkan buah pertobatan. Karena itu, kita harus belajar mendengarkan suara-Nya melalui firman Tuhan, doa yang tekun, dan melalui teguran hati nurani yang dibentuk oleh firman. Puncak dari hidup oleh Roh bukan sekadar mengetahui kehendak Allah, tetapi menaatinya. Setiap hari kita memilih apakah akan mengikuti keinginan daging atau pimpinan Roh Kudus. Karena itu, mari kita ingat-ingat bahwa daging bukanlah "teman" kita. Saat timbul amarah, iri hati, rasa dengki, dan hal-hal lain yang tertera di dalam Galatia 5:19-21, lawanlah keinginan itu. Tetapi Roh Kudus adalah Sahabat sejati yang menuntun cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. [LS]