November 2018 / LEADERSHIP ALA RICHARD BRANSON

Richard Branson dikenal luas sebagai pebisnis, investor, penulis sekaligus seorang filantropis. Pria kelahiran tahun 1950 berkebangsaan Inggris ini merupakan CEO dari Virgin Group yang. menaungi beragam jenis usaha seperti penerbangan komersil, kereta api, hotel, label rekaman, perawatan kesehatan, hingga operator telepon genggam.

Richard Branson semasa mudanya tidak merampungkan pendidikan akademis, ia lebih memilih untuk mencoba berbisnis. Pada tahun 1970, ia memulai bisnis pertamanya, label rekaman Virgin Records, yang menjadi tonggak awal berdirinya Virgin Group. Hingga sekarang Virgin Group telah memiliki lebih dari 400 anak perusahaan yang mayoritas bergerak di bidang travel, hiburan dan gaya hidup. Richard Branson telah sukses menjadi ikon enterpreneurship yang diakui tidak hanya di Inggris tetapi juga di mata internasional.

Lalu apa saja karakteristik yang sukses menjadikan Richard Branson seorang CEO perusahaan global? Ada beberapa ciri khas Richard Branson yang juga dimiliki oleh hampir semua CEO kelas dunia lainnya seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Ellon Musk dan Jack Ma.

1. Risk Taker
Richard Branson sering dicap terlalu kontroversial dalam berbisnis. Virgin Records di masa awal beroperasinya banyak menandatangai kontrak dengan band-band yang tidak dipandang prospektif oleh label rekaman lain. Pada tahun 1993, Branson lagi-lagi mengambil resiko besar untuk tiba-tiba terjun ke bisnis kereta api, Virgin Trains. Bisnis kontroversial Branson yang terbaru adalah Virgin Galagtic yang menyediakan paket liburan ke luar angkasa. Pemikirannya yang out of the box membuat ia berani mengambil resiko dan tetap maju dengan keputusannya. Tidak semua usaha Branson selalu bertahan, ada beberapa yang terpaksa berhenti beroperasi. Namun kegagalan, tidak menghentikan langkahnya untuk terus berinovasi dan mencoba bidang bisnis baru.

2. Menguasai People Management Skill
Untuk menjadi CEO, seseorang tidak perlu harus menguasai semua skill namun harus dapat jeli dalam mengenali bakat yang tepat. Dalam wawancaranya dengan Forbes, Branson pernah mengatakan bahwa setiap orang memiliki kelemahan, dan dalam proses perekrutan, ia akan memilih orang yang dapat mengisi kelemahannya tersebut. Ia juga lebih mementingkan karakter seseorang, dibandingkan sederet gelar dalam CV.

Selain mementingkan karakter dari pegawainya, Branson juga sangat memperhatikan kepuasan kerja stafnya. Ada suatu quote terkenal dari Richard Branson yaitu: "Clients do not come first, employees come first. If you take care of your employees, they will take care of the clients." Di saat banyak perusahaan menomorsatukan pelanggan, Branson malah membangun budaya kerja dimana staff dan pegawai merupakan prioritas utama, karena ia percaya jika pegawai bekerja dengan senang hati maka mereka akan menghasilkan servis yang memuaskan.

3. Life-Long Learner
Seorang CEO harus memiliki kerendahan hati yang cukup untuk menyadari bahwa selalu ada hal baru yang perlu dipelajari dari semua orang yang ditemui. Branson dikenal sebagai CEO yang banyak berinteraksi dengan pelanggan dan stafnya secara langsung. Ia mendengarkan masukan dari banyak orang karena ia percaya bahwa dengan mendengarkan, ia dapat banyak belajar.

Proses pembelajaran pun tidak hanya dari apa yang didengar. Seseorang juga dapat belajar banyak hal dari kesalahan, baik itu kesalahan yang dibuat sendiri maupun kesalahan orang lain. Hal ini dibuktikan oleh quote Branson lainnya yang terkenal yaitu: "You don't learn to walk by following the rules. You learn by doing, and by falling over.”

4. Passionate
Bila diperhatikan, CEO yang berhasil di bidangnya adalah orang-orang yang passionate tentang apa yang mereka kerjakan. Passion yang mereka miliki ditekuni secara konsisten sehingga akhirnya membuahkan hasil yang terkenal sebagai perusahaan-perusahaan raksasa yang mendunia. Branson pernah berkata: "If you love what you do, and if you believe in what you do, other will share your enthusiasm.” Passion Branson untuk menciptakan solusi yang tepat bagi setiap permasalahan dan kekurangan yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari itulah yang membawa ia menjadi entrepreneur sejati.

5. Enjoy What You Do
Menjalankan bisnis memakan waktu yang panjang dan energi yang banyak. Jika seseorang tidak dapat menikmati proses itu, besar kemungkinan bisnis yang dijalani tidak akan bertahan lama. Branson dikenal sebagai CEO yang jauh dari image terlalu serius dan kaku. "I don't think of work as work, and play as play. It is all living.” Pada tahun 2013, sebagai akibat dari kalah taruhan dari CEO Air Asia, Tony Fernandez, Branson berdandan layaknya seorang pramugari Air Asia dengan seragam dan lipstik merah menyala. Ia benar-benar melakukan berbagai tugas pramugari seperti menghidangkan minuman, membuat pengumuman via intercom dan berinteraksi dengan penumpang Air Asia rute penerbangan Perth - Kuala Lumpur. [EV]

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com