May 2018 / MENJEMBATANI PERBEDAAN GENERASI

Salah satu tantangan pemimpin di abad ini adalah memimpin anak buah dari berbagai generasi. Masalah dapat muncul karena perbedaan pola pikir, pola kerja dan cara komunikasi dari setiap generasi. Konflik ini makin meruncing dengan keberadaan teknologi baru.

Pemimpin perlu untuk membantu anak buahnya agar mereka bekerja sama dengan baik untuk dapat mencapai target. Mempelajari karakteristik setiap generasi dan cara memotivasi mereka dapat membantu seorang pemimpin untuk mendorong sinergi dalam organisasi.

TRADISIONALIST
Generasi ini lahir antara tahun 1928 dan tahun 1945, dan hanya sekitar 3% dari mereka yang masih aktif dalam organisasi. Generasi ini seringkali dipandang sebagai sosok yang tidak fleksibel. Mereka pekerja keras yang memiliki tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi. Mereka sangat menghargai jabatan dan uang. Jika pemimpin gagal untuk memahami dan menghargai pengalaman mereka, mereka tidak akan memberikan kontribusi yang maksimal
dalam organisasi.

BABY BOOMERS
Generasi ini lahir antara tahun 1946 sampai tahun 1964, dan dikenal sebagai generasi yang optimis, ambisius dan selalu berfokus pada pekerjaan. Mereka sekarang rata-rata telah memiliki posisi yang mapan dengan otoritasyang cukup besar.
Mereka perlu untuk merasa dibutuhkan. Mereka tidak memerlukan feedback secara rutin karena mereka memiliki pemikiran “ Jika Anda tidak berkata apa-apa, tandanya semua berjalan dengan baik.” Mereka menyukai penghargaan finansial. Rencana pensiun juga merupakan hal yang penting bagi mereka karena banyak dari mereka yang akan pensiun di sekitar tahun 2020.
Karena mereka generasi dengan orientasi target, mereka dapat dimotivasi dengan promosi, professional development, tanggung jawab yang lebih, tantangan, pujian dan pengakuan akan keahlian mereka. Posisi yang bergengsi dan pengakuan akan posisi tersebut seperti kantor yang besar dan tempat parkir khusus juga merupakan hal yang penting bagi para Baby Boomers. Pada intinya generasi ini perlu merasa dihormati,

GEN X
Generasi X lahir antara tahun 1965 dan tahun 1980. Mereka rata-rata memiliki kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan keluarga. Banyak dari mereka melihat orang tua mereka bekerja keras, dan ditinggal sendiri di rumah saat masih anak-anak. Ini menciptakan jiwa entrepeneurship dalam diri Gen X, ini terlihat dari fakta bahwa 55% dari pendiri perusahaan startup adalah Gen X.

Gen X yang tidak memiliki usaha mereka sendiri pun lebih suka untuk bekerja secara mandiri dengan pengawasan yang minimal. Mereka lebih suka melakukan pekerjaan sesuai dengan cara mereka. Mereka bersikap pragmatis dan skeptikal kepada pemimpin mereka.

Mereka menghargai kesempatan untuk berkembang dan pemimpin yang dapat menjadi mentor. Mereka juga percaya promosi harus didasarkan pada kompetensi, bukan karena kedudukan, usia atau senioritas.
Gen X dapat dimotivasi dengan jadwal yang fleksibel, peraturan yang agak kendor, pengakuan dari atasan, bonus, saham dan penghargaan financial lainnya.

MILENIAL (GEN Y)
Lahir setelah tahun 1980, mereka merupakan bagian terbesar dari tenaga kerja yang ada sekarang ini.
Milenial akan berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, ke perusahaan yang berani membayar lebih. Budaya perusahaan merupakan hal yang penting bagi mereka. Mereka ingin bekerja di lingkungan di mana mereka dapat bekerja sama dengan orang-orang yang mereka anggap pandai, dapat bersosialisasi dan berkomitmen.

Generasi ini akan bekerja dengan sangat baik jika ada stuktur, kestabilan, mentoring, kesempatan belajar dan feedback langsung. Mereka perlu mengetahui latar belakang tugas mereka dan mengharapkan mereka akan dilibatkan dalam hal kecil maupun hal besar. Jadwal yang fleksibel, waktu libur dan penggunaan teknologi terbaru untuk komunikasi juga merupakan hal yang penting bagi mereka.

GEN Z
Generasi ini baru memasuki tempat kerja. Mereka dimotivasi dengan penghargaan sosial, mentoring dan feedback yang terus menerus. Mereka ingin melakukan hal yang berarti dan diberi tanggung jawab. Seperti pendahulu mereka, mereka juga mengharapkan jadwal yang fleksibel.

Mereka akan sangat menghargai kesempatan untuk mencoba dan personal growth. Mereka membutuhkan struktur, kestabilan dan transparansi.

 

Setelah mengenal karakteristik dari setiap generasi, berikut ini beberapa strategi yang dapat dipakai untuk menjembatani perbedaan generasi.

  • Pengakuan dan Penghargaan
    Pengakuan dan penghargaan selalu berhasil untuk memberikan motivasi setiap individu dari generasi manapun.
     
  • Mengetahui Kebutuhan
    Setiap orang perlu merasa dihormati, ingin untuk merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan, ingin berkembang, dan membutuhkan feedback. Bangun budaya berdasarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut sehingga tercipta landasan yang kuat dalam membangun sinergi.
     
  • Teamwork
    Ada tempat khusus bagi setiap orang. Budaya kerja generasi Traditionalist dapat menjadi inspirasi dalam organisasi. Optimisme para Baby Boomers dapat membuat team melihat sisi positif dalam organisasi. Gen X yang skeptis dapat mendorong setiap orang menjadi jujur. Para Milenial dapat menularkan antusiasme dan rasa percaya diri mereka. Team terdiri dari individu dengan tujuan yang sama; bangun team dengan budaya kerja dan tanggung jawab, dengan rasa optimisme yang tinggi, sikap skeptis yang sehat, rasa antusias dan kepercayaanakan misi dari organisasi.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com