"Uhhh, ini mobil aku, Cayson!!" teriak Cayden sambil menarik keras mainan berwarna merah itu. Cayson pun menangis dengan kencang. Hari itu, sudah tiga kali Cayden dan Cayson bertengkar karena berebut mainan yang sama. Melihat hal itu, Mama memutuskan untuk memisahkan mereka; Cayden harus bermain sendiri di kamar lantai atas, sementara Cayson di kamar lantai bawah. Namun, setelah beberapa jam berlalu, keduanya mulai merasa bosan dan kesepian. Mereka akhirnya menyadari bahwa bermain bersama jauh lebih menyenangkan daripada bermain sendiri-sendiri. Mama kemudian menjelaskan bahwa sebagai saudara, mereka harus saling menyayangi, bersikap sabar, dan mau bergantian mainan agar suasana rumah menjadi nyaman.
Apa kamu pernah mengalami kejadian seperti Cayden dan Cayson? Terkadang, kita bisa merasa sangat kesal dengan saudara atau teman kita karena hal-hal kecil. Namun, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa sebagai anggota keluarga Allah, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, kesabaran, dan pengampunan. Tuhan ingin kita mengenakan "pakaian" yang baru, yaitu hati yang penuh belas kasihan dan kebaikan. Hal ini bisa kita mulai dari orang-orang terdekat, seperti papa, mama, kakak, atau adik di rumah. Mengingat firman Tuhan saat kita sedang marah akan membantu kita untuk tetap tenang. Kita harus bersyukur karena Tuhan menempatkan keluarga dan teman-teman di sekeliling kita. Walaupun terkadang ada sifat mereka yang membuat kita kesal, ayo kita mencoba untuk sabar dan mau mengampuni, sama seperti Tuhan yang sudah lebih dulu mengampuni dan mengasihi kita. Ketika kita hidup rukun dan saling mengasihi, hati kita akan dipenuhi dengan damai sejahtera dari Kristus. [RK]