Pernahkah kamu merasa sangat lapar dan ingin segera makan apa saja saat itu juga? Rasa lapar yang sangat kuat tentu membuat kita merasa lemas dan tidak nyaman. Tuhan Yesus pun pernah mengalami rasa lapar yang luar biasa setelah Ia berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun. Di saat Yesus sedang merasa sangat lapar itulah, iblis datang dan mencoba menggoda-Nya. Iblis berkata kepada-Nya, "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." Iblis tahu bahwa secara jasmani Yesus sangat membutuhkan makanan, namun Yesus juga tahu bahwa iblis sedang mencobai-Nya. Alih-alih menuruti godaan tersebut, Yesus menjawab dengan sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar roti, yaitu firman Tuhan. Yesus berkata bahwa ada tertulis bahwa manusia hidup bukan dari roti saja. Maksud dari perkataan Yesus adalah meskipun makanan sangat penting bagi kesehatan tubuh jasmani kita, namun ada hal yang jauh lebih penting, yaitu ketaatan kita dalam mendengarkan firman Tuhan setiap hari. Makanan memberikan kekuatan bagi tubuh, tetapi firman Tuhan memberikan kehidupan dan kekuatan bagi roh kita agar kita bisa terus hidup benar di hadapan-Nya.
Melalui teladan Yesus, kita diajak untuk belajar mengutamakan Tuhan di atas keinginan keinginan kita yang lain. Kita bisa mulai menanamkan kebiasaan baik untuk memulai hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lainnya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan sebelum kita menikmati makanan atau berkat jasmani yang kita terima. Dengan selalu mengutamakan firman Tuhan, kita akan tumbuh menjadi anak-anak yang kuat secara rohani dan selalu berjalan dalam bimbingan-Nya. [JH]