"Maaf ya, aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi." Pernahkah kamu mengucapkan kalimat ini kepada orang tua atau gurumu? Biasanya, kita mengatakan hal ini ketika kita sadar telah melakukan kesalahan. Kita meminta maaf kepada orang yang merasa sedih atau dirugikan, lalu berjanji untuk berubah. Sikap berani mengakui kesalahan dan bertekad untuk berbuat benar inilah yang disebut dengan bertobat.
Namun, ketaatan bukan hanya soal meminta maaf saat bersalah, tetapi juga soal melakukan apa yang benar sejak awal. Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus memberikan teladan ketaatan yang luar biasa. Tahukah kamu? Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis. Padahal, Yesus adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan yang Mahabesar. Secara logika, seharusnya Yohaneslah yang dibaptis oleh Yesus. Tetapi, Yesus berkata bahwa hal itu harus dilakukan untuk menggenapi seluruh kehendak Allah. Yesus memilih untuk merendahkan hati dan taat kepada rencana Allah Bapa sebelum Ia memulai pelayanan-Nya. Jika Yesus yang adalah Tuhan saja mau taat, apalagi kita sebagai anak-anak-Nya. Memang, terkadang menjadi anak yang taat itu tidak mudah. Mungkin kita masih sering merasa malas atau sulit melakukan firman Tuhan. Namun, jangan menyerah! Kita bisa meminta bantuan Roh Kudus untuk selalu mengingatkan dan menguatkan kita agar mampu melakukan perintah-Nya setiap hari. Mari kita belajar menjadi anak-anak yang membanggakan hati Tuhan melalui ketaatan kita. [RK]