Pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati setelah kamu berbuat salah? Seperti ada beban berat yang membuatmu tidak tenang saat bermain atau tidur? Itulah yang dirasakan oleh Tasha. Tasha sangat ingin membeli komik baru, tetapi uang jajannya sudah habis. Karena tidak sabar, ia mengambil uang dari dompet Ibu tanpa izin. Tasha berhasil membeli komiknya, tapi anehnya, ia tidak merasa senang saat membacanya. Hatinya merasa gelisah dan bersalah. Keesokan harinya, saat Ibu bertanya tentang uang yang hilang, Tasha sadar ia tidak boleh terus bersembunyi. Dengan berani, ia mengaku, meminta maaf, dan berjanji tidak mengulanginya. Seketika itu juga, perasaan berat di hatinya hilang dan digantikan dengan kelegaan.
Dalam Alkitab hari ini, Yohanes Pembaptis berseru kepada banyak orang untuk bertobat. Bertobat bukan hanya sekadar berkata "maaf", tapi seperti Tasha: berani mengakui kesalahan dan bertekad untuk berubah menjadi anak yang lebih baik. Tuhan Yesus sangat menyayangi anak yang jujur. Saat kita mengaku dosa kepada-Nya, Ia tidak hanya mengampuni, tapi juga menolong kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Ayonkita belajar menjadi anak yang berani jujur seperti yang Tuhan ajarkan! [NAW]