Suatu hari di kelas gereja, suasana sangat ramai sebelum ibadah dimulai. Ada anak-anak yang berlari-lari, mengobrol seru, dan ada yang duduk tenang. Tiba-tiba, suasana menjadi tegang karena ada dua anak yang bertengkar hebat hanya karena berebut satu kursi yang sama. Teman-teman yang lain hanya menonton, tetapi tidak dengan Javier. Javier segera melangkahkan kakinya mendekati kedua teman yang sedang marah itu. Dengan suara yang lembut dan tenang, Javier berkata, "Teman-teman, ayo kita duduk bersama saja. Tidak perlu berebutan, karena semua pasti kebagian tempat duduk!" Awalnya mereka masih cemberut, tetapi kebaikan hati Javier melunakkan suasana. Akhirnya, mereka berdamai dan kembali tersenyum. Javier pulang dengan hati yang sangat sukacita karena kakinya hari itu telah melangkah untuk melakukan hal yang benar.
Tuhan sangat senang ketika kita menggunakan bagian tubuh kita, terutama kaki kita, untuk membawa perdamaian. Dalam Roma 12:4-8, Alkitab mengingatkan bahwa meskipun kita berbeda-beda, kita adalah satu tubuh di dalam Tuhan yang harus saling menolong. Sebagai anggota keluarga Allah, kaki kita bukan hanya dipakai untuk berlari atau bermain, tetapi memiliki tugas khusus yaitu membawa kabar baik dan damai sejahtera dari Yesus kemanapun kita pergi. Mulai hari ini, perhatikanlah kemana kakimu melangkah. Saat kamu berjalan ke sekolah, ke rumah teman, atau ke taman bermain, bawalah pesan damai. Kamu bisa melakukannya dengan cara tidak ikut-ikutan bertengkar, mau berbagi, dan selalu berkata sopan. Ingatlah bahwa setiap langkah kecilmu bisa dipakai Tuhan untuk menyebarkan kasih Yesus kepada banyak orang di sekitarmu. [VW]