Pernahkah kamu merasa malas saat Mama memintamu merapikan tempat tidur? Atau mungkin kamu merasa kesal ketika guru memintamu berhenti bermain dan segera mengerjakan tugas? Kadang-kadang, menuruti perintah orang dewasa itu terasa sulit, apalagi jika kita sedang asyik melakukan hal lain. Rasanya ingin sekali membantah atau pura-pura tidak mendengar, bukan?
Namun, tahukah kamu bahwa Tuhan Yesus juga pernah menjadi anak-anak seperti kita? Alkitab dalam Lukas 2:47 dan 52 menceritakan hal yang luar biasa tentang masa kecil Yesus. Meskipun Yesus adalah Anak Allah yang sangat hebat dan pintar, Ia memilih untuk tetap rendah hati. Ia mau duduk mendengarkan para guru di Bait Allah dan yang paling penting, Ia pulang ke Nazaret untuk hidup dalam ketaatan kepada orang tua-Nya, yaitu Maria dan Yusuf. Yesus tidak merasa "paling tahu" atau membantah orang tua-Nya. Hasil dari ketaatan itu sangat indah, Yesus makin bertambah besar, makin bertambah hikmat-Nya, dan Ia semakin dikasihi oleh Tuhan maupun sesama manusia. Yesus memberikan teladan bahwa ketaatan adalah kunci utama agar kita bertumbuh menjadi pribadi yang hebat. Saat kita belajar taat kepada Papa, Mama, dan guru di sekolah, sebenarnya kita sedang belajar meniru Yesus. Ketaatan bukan karena kita terpaksa, tetapi karena kita ingin menyenangkan hati Tuhan. Ketika kita menjadi anak yang penurut, Tuhan akan memberikan kita hikmat dan membuat hidup kita menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Yuk, kita mulai belajar berkata "Ya, Ma" atau "Baik, Pak Guru" dengan hati yang sukacita mulai hari ini! [CF]