Monic sedih sekali. Besok adalah hari ujian kenaikan kelas. Tetapi Monic terpaksa tidak bisa mengikuti ujian karena ia sedang sakit. Monic takut jika ia tidak bisa ikut ujian, ia tidak naik kelas. Monic berdoa kepada Tuhan Yesus dan berharap akan pertolongan dari Tuhan. Satu minggu kemudian, Pak Albert, guru kelas, Monic mengatakan bahwa akan ada ujian susulan bagi Monic. Mendengar kabar itu, Monic menjadi bersemangat sekali. Monic belajar dengan sungguh-sungguh agar ia bisa naik kelas. Seperti Monic, kita juga bisa mengalami kesedihan dan ketakutan. Tetapi sebagai anak-anak Tuhan, kita selalu memiliki harapan. Kita memiliki harapan di dalam Yesus.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, para wanita mendengar bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Yesus yang bangkit memberikan pengharapan dan sukacita yang besar kepada para wanita itu. Mereka bergegas untuk memberitahukan kabar baik ini kepada murid-murid Yesus. Kebangkitan Yesus adalah tentang harapan. Kebangkitan Yesus memberikan kita harapan akan hidup yang kekal. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia berkuasa dan selalu menyertai kita. Yesus mengalahkan maut, sehingga kita tidak perlu takut. Yesus adalah sumber pengharapan kita. Ketika kita menghadapi masalah, kita bisa berdoa dan percaya bahwa Ia akan menolong kita. Dengan harapan dari Yesus, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bersemangat dan penuh sukacita. Tuhan Yesus berkuasa dan Ia menjadi sumber pengharapan yang akan selalu menolong kita. [EF & EH]