Apa yang meledak?

Kamis, 22 Oktober 2020

Ayat Hafalan

Matius 12:34b

Ayo Renungkan

Pagi ini kemarahan Veni meledak. Pensil kesayangannya patah setelah dipinjam Kak Boni. Kak Boni tidak sengaja mematahkannya dan sudah meminta maaf, tapi tetap saja Veni marah sampai mengucapkan kata-kata kasar kepada kakaknya. Veni mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar untuk makan siang. Sepanjang hari di dalam kamar, ia melempar semua barang yang ada di kamar dan marah-marah sendiri. Menjelang sore, kemarahan Veni sudah reda. Ia melihat kamarnya begitu berantakan dan banyak barangnya yang rusak. Ia jadi sangat menyesal. Veni teringat kata-kata kasar yang diucapkannya kepada Kak Boni. Hati Veni merasa bersalah dan malu pada kakaknya. Ia kemudian keluar kamar dan meminta maaf kepada Kak Boni.

Apakah teman-teman masih ada yang suka ngambek atau marah seperti Veni? Kemarahan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan hal yang buruk, seperti mengucapkan kata-kata kasar, perkelahian dan permusuhan. Belum lagi kalau kemarahan itu meledak-ledak sehingga melempar-lempar barang. Bagaimana caranya untuk mengendalikan emosi atau rasa marah kita? Salah satu cara yang bisa kita latih adalah cobalah untuk diam sejenak, menarik nafas dan jangan mengatakan apa-apa dulu. Selain itu tentunya kita perlu untuk berdoa dan mengizinkan Roh Kudus untuk bekerja membentuk karakter kita agar menjadi anak yang lebih sabar. Isilah hati dan pikiran kita dengan firman Tuhan dan hal-hal yang baik agar saat kemarahan itu datang, firman Tuhan akan mengingatkan kita untuk bisa menguasai diri kita sendiri. Isi hati dan pikiranmu dengan firman Tuhan dan banyak berdoa agar hidupmu menghasilkan buah Roh, yaitu kesabaran dan penguasaan diri. [LL]

Ayo Diskusi dengan Papa dan Mama

1. Apa yang selama ini dapat membuatmu marah? Mengapa demikian?
2. Apa yang selama ini kamu lakukan untuk menahan rasa marahmu?

Ayo Berdoa

Tuhan Yesus, berikan aku roh kesabaran dan pengendalian diri agar aku dapat lebih menahan diri. Aku mau menjadi anak yang penyabar. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Ayo Lakukan

Isilah hati dan pikiranmu dengan firman Tuhan agar hatimu penuh damai sejahtera.

Tahukah Kamu

Sebelum penghapus ditemukan, orang-orang menggunakan remah-remah roti untuk menghapus kesalahan penulisan dengan pensil.

Ayo Ucapkan

Aku mau mengisi pikiran dan hatiku dengan firman Tuhan.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com