WHEN SOCIAL MEDIA BECOMES A BURDEN

Selasa,26 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB HARI INI

Ibrani 10:24-25

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

2 Yohanes 1:12

RENUNGAN INSPIRASI

Rehat sejenak dari aktivitas sosial secara online ternyata bermanfaat bagi orang-orang yang sudah kecanduan media sosial. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa candu media sosial merugikan baik secara mental maupun fisik. Dilansir dari National Library of Medicine, gangguan tidur terjadi di kalangan dewasa muda yang mengecek media sosialnya hingga 30 kali dalam seminggu. Journal of Preventive Medicine Amerika mempublikasikan penelitian bahwa mereka yang menghabiskan banyak waktu di media sosial berisiko dua kali lipat mengalami keterkucilan sosial yang meliputi rendahnya rasa sosial, kurang hubungan dengan sesama, dan tidak menjalani hubungan dengan berarti. Sadar atau tidak, konten-konten media sosial telah mempengaruhi emosi kita. Seorang ahli teori media bernama Neil Postman mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia dan tak terbendung, informasi telah menjadi semacam sampah, tidak mampu menjawab pertanyaan manusia yang paling mendasar tapi juga hampir tidak berguna dalam memberikan arahan yang koheren terhadap solusi. Di dalam buku "Amusing Ourselves to Death", Postman mengatakan bahwa mengekspresikan ide melalui citra visual dapat mereduksi politik, berita, sejarah, dan topik serius lainnya menjadi sekedar hiburan. Ini ada benarnya, ketika kita tahu bahwa inovasi teknologi tidak mungkin hanya berdampak sepihak.
Apa yang Postman katakan dalam bukunya tentang menghibur diri sendiri sampai mati, perlu kita renungkan jika pada akhirnya media sosial justru membebani diri kita sendiri. Pikirkan apakah candu media sosial telah membuat kita memikul beban yang seharusnya tidak perlu kita tanggung, baik secara emosi, perasaan, fisik, hingga pola perilaku yang merugikan diri sendiri dan sesama. Tuhan memanggil kita untuk fokus pada apa yang Ia tempatkan di depan kita melalui kehidupan pribadi kita, keluarga kita, gereja, dan kebutuhan masyarakat umum. Rasul Yohanes menjadi orang yang sangat menghargai hubungan langsung, katanya, "Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita." Ada kebahagiaan besar yang tak tergantikan oleh perantara media apapun ketika kita bisa mengutamakan hubungan langsung dengan Tuhan, keluarga kita, teman-teman persekutuan, dan orang-orang yang membutuhkan. Jika renungan hari ini mengidentifikasikan bahwa media sosial sudah membawa beban emosional bagi Anda, rehat sejenak mungkin bisa menjadi solusi, dan mulailah untuk fokus memprioritaskan hubungan langsung dengan Tuhan, keluarga, rekan-rekan seiman, dan juga orang-orang lainnya untuk saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda seorang pecandu media sosial? Apakah Anda merasa memiliki gangguan tidur? Apakah Anda merasa mengalami keterkucilan sosial yang meliputi rendahnya rasa sosial, kurang hubungan dengan sesama, dan tidak menjalani suatu hubungan dengan berarti?
2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menanggulangi kecanduan media sosial? Apa yang jauh lebih penting dari media sosial?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, berikan aku kebijaksanaan dalam menggunakan sosial media. Aku tidak mau terjebak dan terikat, tapi aku mau mendahulukan hubungan langsung dengan-Mu, keluargaku, rekan-rekan seiman, dan juga orang yang membutuhkan. Di dalam nama Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Jika media sosial telah berdampak buruk bagi kesehatan Anda secara fisik, mental, dan hubungan, rehatlah sejenak. Kita perlu memprioritaskan hubungan langsung kita dengan Tuhan, dengan keluarga, teman-teman seiman.

HIKMAT HARI INI

“There are a lot of pros and cons about social media; it's just how you choose to handle it and how you have to be prepared for the negatives as well.” -Aubrey Peeples
Ada banyak pro dan kontra tentang media sosial; hanya bagaimana Anda memilih untukmenanganinya dan bagaimana Anda juga harus siap menghadapi hal-hal negatif.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com