SAYA YANG PALING BENAR

Senin,29 April 2019

BACAAN ALKITAB HARI INI

2 Tawarikh 12:1-7

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Hakim-hakim 13

AYAT HAFALAN

Amsal 29:1

RENUNGAN INSPIRASI

Seperti biasa, pagi itu saya mengendarai motor menuju kantor. Di tengah perjalanan saya melihat polisi sedang melakukan razia. Tiba-tiba saja motor saya diberhentikan oleh salah satu polisi yang sedang bertugas. Awalnya, ia menanyakan surat-surat kelengkapan berkendara saya, kemudian bertanya apakah saya menyadari kesalahan yang saya perbuat. Saya dengan sigap dan refleks menjawab bahwa saya berkendara dengan hati-hati dan tidak ada pelanggaran yang saya buat. Kemudian polisi tersebut menjelaskan bahwa lampu motor saya tidak dinyalakan. Saya tetap membuat pembelaan bahwa saya lupa, lagi pula saat itu masih pagi hari dan hari sangat cerah. Sempat ada perdebatan yang cukup panjang, sampai akhirnya saya ditilang.

Sebab semua orang merasa diri benar bahkan salahpun masih merasa benar. Semua orang cenderung saling menuduh dan menyalahkan. Tak ada yg merasa dan mau mengaku bahwa dirinyalah yg bersalah. Inilah faktor utama terjadinya konflik, perseteruan sampai pada peperangan. Allah menghendaki kita untuk merendahkan diri. Karena Bangsa Yehuda rela merendahkan diri, Tuhan berkata, “Oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka” (2 Tawarikh 12:7). Berulang kali, Allah menunjukkan kemurahan-Nya kepada umat-Nya yang merendahkan hati. Jika kita mau mengaku salah, maka akan banyak persoalan yang dapat terselesaikan dengan baik. Banyak kesulitan dan musibah dapat dihindari. Banyak kemelut dapat dipadamkan. Mengakui "aku salah" dan tidak mengulanginya, bukan berarti kita orang lemah, bodoh atau kalah. Sebaliknya kita adalah orang yang bijak dan berani bertanggung jawab serta siap berubah. Selalu ingat bahwa seseorang tidak akan pernah belajar apapun, jika ia tidak belajar merendahkan dirinya terlebih dahulu. (LS)

REFLEKSI DIRI

1. Dalam suatu konflik, apakah Anda pernah merasa bahwa Anda-lah orang yang paling benar? Apakah dengan bersikukuh bahwa Anda benar, mendatangkan kelegaan dan kebahagiaan di hati Anda?
2. Apakah Anda sadar bahwa Anda sedang melukai perasaan lawan bicara Anda pada saat itu?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, tegurlah aku atas kesombonganku. Aku sadar bahwa aku adalah makhluk berdosa yang telah Engkau selamatkan. Beri aku kerendahan hati untuk berani mengakui kesalahan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Sadari kita adalah umat berdosa yang telah diselamatkan karena kasih karunia Tuhan. Dengan menyadari hal itu, kita akan lebih mudah merendahkan hati saat menghadapi konflik. Jadilah pelopor/orang yang mendahului untuk meminta maaf, sekalipun kita tidak bersalah.

HIKMAT HARI INI

Kerendahan hati menghalau kesombongan dan sifat suka membenarkan diri.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com