KEMERDEKAAN DAN KESAKSIAN

Minggu,26 Agustus 2018

BACAAN ALKITAB HARI INI

1 Korintus 8:8-13

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yudas 1

AYAT HAFALAN

1 Korintus 8:9

RENUNGAN INSPIRASI

Kristus telah memberikan kemerdekaan/kebebasan rohani yang penuh bagi orang percaya. Kita tidak lagi terikat dengan hukum dosa, hukum taurat serta aturan agamawi lainnya (Lihat. Roma 7:1-6, Roma 8:2). Namun di sisi yang lain, Tuhan juga menghendaki agar kita menjadi garam dan terang dunia ini (Mat. 5:13-14). Artinya, kemerdekaan yang kita miliki, harus diimbangi dengan kesaksian hidup kita. Kita memang memiliki kemerdekaan untuk melakukan sesuatu, namun kita juga harus ingat bahwa hidup kita juga harus menjadi kesaksian yang baik dan positif. Dalam kehidupan anak-anak Tuhan, kita melihat bagaimana kebebasan/kemerdekaan dapat saja menimbulkan polemik. Misalnya, bagi wanita pergi beribadah menggunakan pakaian yang “minim” atau rok yang mini sekali. Atau bagi pria, banyak yang mentatto tubuh mereka untuk mengekspresikan diri. Memang dalam banyak hal Alkitab tidak dengan rinci menyatakan bahwa sesuatu itu benar atau salah. Namun kita dapat belajar dari prinsip yang rasul Paulus ajarkan.
   Memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala menjadi isu yang sensitif dan menimbulkan polemik bagi jemaat di Korintus. Sekalipun pendirian Paulus bahwa memakan daging yang dipersembahkan berhala tidak apa-apa, namun memakan daging itu dapat menjadi batu sandungan bagi beberapa orang Kristen yang lemah imannya. Ia mengingatkan bahwa kebebasan yang kita miliki jangan sampai mengganggu kesaksian kita (membuat orang lain tersandung). “Tetapi, hati-hati! Jangan sampai terjadi bahwa orang lain menjadi berdosa--karena keyakinannya belum kuat--oleh sebab Saudara bebas melakukan apa saja.” (1 Kor.8:9 BIS). Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan menemui kasus yang serupa seperti ini, meskipun dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Namun prinsip Firman Tuhan tidak berubah. Seorang yang dewasa dalam Kristus tidak akan melihat kemerdekaannya saja dalam melakukan sesuatu, namun ia juga mempertimbangkan dampak kesaksian yang ditimbulkannya kepada orang lain. Apakah hal tersebut menjadi batu sandungan bagi orang lain atau tidak. Fokusnya kepada kesaksian hidupnya. Rasul Paulus menyatakan, “Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.” (I Kor. 8:13). Ia mengutamakan kesaksiannya di atas kemerdekaannya.

REFLEKSI DIRI

1. Mengapa orang percaya perlu menempatkan kesaksiannya di atas kemerdekaan/kebebasannya?
2. Apa komitmen yang ingin segera Anda lakukan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain?

POKOK DOA

Bapa di sorga, ajari aku untuk bisa menggunakan kebebasan yang ada padaku dengan bijaksana. Biarlah hidupku boleh menjadi alat kesaksian-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Pertimbangkan dahulu dengan baik saat Anda menggunakan kebebasan/kemerdekaan dari Tuhan.

HIKMAT HARI INI

Tempatkanlah kesaksian hidup kita lebih utama daripada kemerdekaan/kebebasan yang kita miliki.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com