December 2018 / CHRISTMAS DECORATION

Menjelang Natal, Anda dapat melihat berbagai dekorasi Natal di banyak tempat dengan berbagai macam tema. Anda sendiri mungkin telah mulai menghias rumah atau kantor untuk menyambut Natal 2018.

Natal telah menjadi budaya dikomersilkan sehingga banyak orang, bahkan orang-orang percaya, yang tidak mengerti arti sebenarnya dari dekorasi Natal.

Dalam suasana Natal ini, mari belajar tentang beberapa dekorasi Natal dengan arti dan sejarahnya masing-masing.

Lingkaran Natal
Lingkaran Natal atau Christmas wreath merupakan tradisi yang telah lama ada. Kata “wreath” sendiri berasal dari kata Bahasa Inggris “to twist” yang artinya memutar. Lingkaran Natal dibuat Dibuat dari ranting dan daun cemara yand diputar menjadi lingkaran. Di jaman Roma kuno, wreath digantung di pintu sebagai tanda kemenangan. Orang-orang Kristen kemudian menggunakan  wreath sebagai simbol dari Yesus Kristus. Lingkaran Natal yang dibuat melingkar, memiliki makna Tuhan yang abadi tanpa awal dan akhir.

Lingkaran Natal ini disebut juga rangkaian Adven, dihias dengan empat buah lilin. Setiap lilin akan dinyalakan setiap minggunya selama masa Advent sebagai gambaran akan penantian akan kedatangan Mesias. Lilin yang berada di tengah akan dinyalakan pada saat malam Natal dan menandakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang dirayakan di hari Natal.

Lingkaran Natal juga dilihat sebagai simbol dari mahkota duri yang dipakai oleh Yesus saat penyaliban, dan buah merah yang biasanya diletakkan di lingkaran Natal mewakili darah Yesus yang tumpah di kayu Salib.

Pohon Natal
Seperti juga lingkaran Natal, pohon natal telah lama menjadi tradisi. Awalnya bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia. Mereka menghiasi pohon cemara dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil untuk merayakan hari kelahiran dewa matahari.

Orang-orang Kristen di Jerman lah yang pertama kali menggunakan pohon cemara sebagai pohon Natal di abad ke-16, dan membawa budaya ini ke Amerika di abad ke-18.

Pohon Natal merupakan simbol agar kehidupan rohani orang percaya selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain. Pohon Natal juga melambangkan hidup yang kekal, sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara yang daunnya selalu hijau.

Bintang Natal
Bintang berasal dari kisah kelahiran Kristus. Sebuah bintang telah muncul di langit saat Juru selamat lahir. Bintang itu sangat bersinar dan cerah sepanjang malam dan hal tersebut bukanlah hal yang biasa.

Bintang tersebut kemudian disebut 'Bintang Betlehem' dan memimpin para orang majus untuk dapat bertemu Yesus sehingga mereka dapat mempersembahkan hadiah kepada Yesus sebagai simbol dari kerendahan hati mereka. Bintang ini kemudian digunakan sebagai hiasan Natal untuk mengingatkan agar orang percaya senantiasa memiliki semangat ketaatan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Lampu-Lampu Natal
Di abad ke-18, orang-orang Kristen di Jerman mulai menghias pohon Natal dengan menggunakan lilin. Ini sebenarnya cukup berbahaya, sehingga sekitar tahun 1900, lilin ini kemudian dilindungi bola-bola kaca, dan mengurangi resiko bahaya kebakaran. Seiring denga berkembangnya waktu, lampu kemudian mengganti gelas-gelas kaca yang berisi lilin tersebut, dan sekarang Anda mengenal lampu-lampu Natal. Lampu-lampu Natal ini merupakan simbol dari bintang Bethlehem yang bersinar di malam kelahiran Juruselamat. Lampu-lampu Natal juga merupakan lambang dari Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk menjadi terang dunia, dan orang-orang percaya diingatkan untuk membawa terang bagi sesama.

Lonceng
Lonceng dipakai sebagai lambang kegembiraan dan kemeriahan Natal. Lonceng-lonceng dibunyikan, untuk mengabarkan dan mengundang setiap orang untuk datang dan ikut dalam sukacita Natal karena telah lahir seorang anak seperti yang tertulis dalam Yesaya 9:5.

Tongkat Permen
Permen berbentuk tongkat bergaris-garis merah dan putih dengan rasa mint merupakan permen tradisional di Amerika Serikat. Pertama kali permen tongkat digantung di pohon Natal sebagai hiasan oleh para imigran Jerman yang tinggal di Amerika Serikat. Sebenarnya pembuat permen tongkat yang pertama adalah pendeta Perancis dari awal tahun 1400. Ia meminta pembuat permen untuk membengkokkan permen tongkat lurus agar menyerupai tongkat gembala. Sebelum misa berlangsung, ia mengumpulkan anak-anak untuk mendengarkan cerita tentang arti simbolis permen tongkat gembala. Jika diperhatikan, permen tongkat juga bentuknya seperti huruf J yang merupakan inisial dari “Jesus”.

Warna-Warna Natal
Orang banyak mengasosiasikan Natal dengan warna merah dan hijau. Ini berawal dari budaya Bangsa Celtic yang memuja tanaman holly yang berwarna merah dan hijau sebab mereka percaya tanaman ini dapat menjaga bumi tetap indah selama musim dingin. Mereka menghiasi rumah dengan holly di saat titik balik matahari pada musim dingin untuk memberikan perlindungan dan keberuntungan bagi keluarga mereka di tahun yang akan datang.

Warna merah dan hijau mulai identik dengan Natal ketika Haddon Sundblom menggambarkan Santa Claus di iklan minuman bersoda untuk menyambut Natal. Sundblom menggambarkan Santa yang gemuk, berjenggot putih, dengan baju berwarna merah dengan latar belakang hijau. Tanpa iklan tersebut, warna merah dan  hijau tidak akan menjadi begitu terkenal sebagai warna-warna yang identic dengan perayaan Natal.

Untuk orang-orang Kristen hijau digunakan sebagai lambang dari hidup yang kekal seperti warna pohon Natal, sedangkan merah mengingatkan akan darah Yesus pada saat Ia mati bagi manusia di kayu salib.

Emas dan putih juga merupakan warna-warna Natal, walaupun tidak sepopuler warna merah dan hijau. Emas merupakan hadiah dari orang Majus bagi bayi Yesus dan sebagai warna dari bintang yang menuntun para orang Majus untuk menemukan Yesus. Putih adlah lambang dari damai dan kesucian,  dua hal yang dibawa Yesus ke dunia ini dengan kelahiran-Nya.

Hadiah
Pada saat Natal, banyak orang yang saling memberi hadiah. Di beberapa negara, hadiah Natal diletakkan di bawah pohon Natal dan dibuka pada saat hari Natal. Ini dilakukan untuk mengingatkan bahwa Yesus merupakan hadiah dari Allah kepada manusia, seperti yang tertulis dalam Yohanes 3:16.

Kandang Betlehem
Kandang Betlehem dengan bayi Yesus,  Maria dan Yusuf, para orang majus,  para gembala, hewan ternak, dan para malaikan pertama kali diciptakan oleh Santo Francis dari Assisi di awal abad ke-12. Ia merasa arti Natal telah hilang dengan semakin banyaknya orang yang lebih mementingkan hadiah Natal daripada merayakan kelahiran Yesus. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa hadiah Natal yang utama adalah Yesus.

Semoga dekorasi Natal yang Anda gunakan tahun ini memiliki arti dan mengingatkan Anda akan arti dari Natal.
Selamat Natal! [EH]

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com