December 2018 / UNWRAPPING CHRISTMAS

Kita semua pasti ingat kegembiraan membuka hadiah Natal pada saat kita masih anak-anak. Rasanya tidak sabar untuk menunggu datangnya hari Natal agar dapat membuka kado-kado Natal yang diletakkan orang tua kita di bawah pohon Natal. Bahkan hingga kita beranjak dewasa pun, tidak dapat kita pungkiri bahwa hari Natal (atau menjelang hari Natal) identik dengan hadiah. Kita menyiapkan hadiah bagi orang yang kita kasihi, dan bila kita mau jujur, kadang kita juga berharap mendapatkan hadiah dari orang-orang tertentu. 

Berbicara mengenai hadiah, hadiah tidaklah sama dengan upah. Kita memperoleh upah karena kita melakukan sesuatu. Sementara hadiah diberikan bukan karena apa yang kita lakukan. Ketika Allah menciptakan dunia ini, manusia memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Akan tetapi, dosa kemudian memisahkan hubungan antara manusia dan Allah. Namun, rencana Allah tidak pernah gagal. Walau kejatuhan manusia ke dalam dosa bukanlah rencana awal dari Allah, tetapi Allah telah menyiapkan keselamatan bagi manusia sejak saat itu juga.

Melintasi berbagai zaman dan berjalan melintasi berabad-abad peradaban manusia, Allah mempersiapkan hadiah itu bagi kita. Seiring dengan berjalannya waktu, Allah membuka bungkusan hadiah itu satu per satu melalui sejarah bangsa Israel, nubuat para nabi dan orang-orang kudus-Nya. Puncaknya adalah ketika malaikat menampakkan diri kepada Maria, kepada para gembala di padang Efrata, serta konstelasi bintang yang nampak bagi orang-orang Majus dari Timur.

Kristus, Sang Putera Natal itu, lahir ke dunia melalui rahim seorang perawan Maria. Kelahiran-Nya tidak disertai dengan hingar bingar pesta atau kemeriahan bak menyambut seorang raja. Tetapi justru Dia lahir di tengah keheningan malam di dalam kandang binatang di sebuah kota kecil yang sederhana. Tidak mudah bagi dunia untuk melihat-Nya sebagai sebuah hadiah yang tiada ternilai bagi hidup seluruh umat manusia. Dunia selalu membayangkan sebuah hadiah yang tak ternilai harganya dengan sebuah kemewahan.

Kristus lahir ke dunia, membawa hadiah keselamatan dari Allah Bapa bagi kita. Hadiah hidup yang kekal untuk selama-lamanya di sorga yang permai. Hadiah yang tidak dapat kita peroleh, seberapa pun besarnya daya upaya yang kita lakukan. Inilah anugerah yang terbesar sepanjang zaman.

Nabi Yesaya menulis, Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. George Frideric Handel kemudian merangkainya dalam suatu rangkaian komposisi oratorio “Messiah” yang begitu agung.

Yesus datang dalam rupa seorang hamba yang sederhana untuk menjadi Raja di atas segala raja. Dia memiliki segala kuasa dan otoritas sorgawi untuk memberikan pengharapan bagi kita yang percaya pada-Nya.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kejatuhan manusia ke dalam dosa menyebabkan kita harus menanggung upah atau hukuman tas dosa itu. Tetapi karena kasih Allah yang begitu besar bagi kita, maka di dalam Kristus kita mendapatkan kelepasan dari dosa dan hukuman yang kekal. Kasih-Nya yang tanpa syarat dan begitu berharga, telah menguatkan yang lemah, memampukan yang tidak berdaya, melimpahkan yang kekurangan, menyembuhkan yang sakit, memulihkan yang terluka, membangkitkan yang terjatuh, serta menghidupkan yang mati.

Firman itu telah menjadi Manusia, dan Firman itu adalah Allah. Ia yang penuh kuasa, menjadi sama dengan manusia dengan segala kelemahannya, sehingga Dia dapat menjadi bagian dari kita untuk memerdekakan kita. Ia berjalan bersama kita, menuntun setiap langkah kita, tinggal bersama kita untuk mengajar kita. Bahkan lebih dari pada itu, Dia rela disesah, dipukul, disiksa dan dihina, hingga akhirnya mati di atas kayu salib demi untuk menyelamatkan kita dari cengkeraman belenggu dosa. Oleh karena Kristus, kita dapat memiliki pengharapan akan kehidupan yang kekal. Ini merupakan hadiah yang sangat istimewa bagi kita.

Biarlah di hari Natal ini, kita mengingat kembali akan kasih Allah yang begitu besar dan agung, yang telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, sebagai hadiah Natal yang terindah bagi setiap orang yang mau menerima-Nya. [EH&HS]

Don't Forget Jesus
© by M.S.Lowndes

Christmas is a special time
To reflect on Jesus Christ,
The wonder of His lowly birth
Brings meaning to our lives

There really is no other reason,
We celebrate this day,
The birth of God's precious Son
And the life, He willingly gave

But so much seems to distract us
In the busyness of our lives,
We lose our focus in all the happenings,
Not knowing, we leave out Christ

We lose sight of the true meaning
As we endlessly rush about,
Trying to find that perfect gift,
Seems to cloud our Saviour out

We need to stop and reflect awhile,
Remembering our precious Lord,
His birth, His life and sacrifice
And all that He stands for

For though the world may celebrate,
It seems, though, for other reasons,
Let's keep in mind that Jesus Christ
Is the true meaning of the season.

 

Merry Christmas

&

Happy New Year

 

 

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com