November 2018 / JAJANAN BANDUNG

Kota Bandung terkenal sebagai salah satu surga kuliner enak di Indonesia dengan adanya banyak camilan dan jajanan tradisional yang unik. Tidak lengkap pergi ke Bandung tanpa mencicipi makanan khasnya.

Berikut ini daftar beberapa jajanan di Bandung, mulai dari makanan berat, ringan, hingga minuman.

Seblak
Seblak merupakan makanan yang terbuat dari kerupuk yang dicampur dengan racikan bumbu pedas terdiri dari cabai, bawang putih, garam hingga kencur. Tak hanya itu, biasanya ditambah dengan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, seafood atau olahan daging sapi. Ada 2 jenis seblak yaitu seblak kering dan seblak basah, dan yang lebih terkenal di Bandung adalah seblak basah dengan beraneka toping, mulai dari bakso, siomay, jamur, brokoli, kwetiauw, dan lain sebagainya.

Karedok
Karedok terbuat dari bahan-bahan sayuran mentah seperti ketimun, tauge, kol, kacang hijau, daun kemangi dan terong.
Sayuran tersebut lalu dicampur dengan ditambahi saus/bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam dan terasi. 

Lotek
Lotek merupakan makanan yang terdiri dari sayuran segar kemudian di campur dengan bumbu kacang, dan biasanya disajikan dengan lontong atau nasi hangat, kerupuk dan bawang goreng.  Sekilas mirip dengan pecel Jawa Timur  atau gado-gado Jakarta.

Mie Kocok
Mie kocok terdiri atas mie, aneka sayuran seperti toge, dan kikil sapi. Mie kocok biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima menggunakan gerobak seperti bakso/mie ayam. Namun ada juga penjual berbentuk warung atau rumah makan.

Kupat Tahu
Kupat Tahu bisa menjadi pilihan sarapan pagi di Bandung. Kuliner yang satu ini terdiri dari kupat (ketupat), tahu goreng dan toge yang sudah direbus. Semuanya lalu disiram dengan bumbu kacang, diberi kecap, sambal, dan kerupuk.
Jika dilihat dari bumbu kacang, setidaknya ada dua jenis kupat tahu yang bisa Anda temui, yaitu kupat Padalarang dan kupat tahu Bandung. Kupat tahu Padalarang bumbunya cenderung lebih cair dengan aroma manis dan gurih, sedangkan kupat tahu Bandung bumbunya saus kacang sangat kental.

Surabi
Surabi bisa dibilang termasuk jajanan tradisional khas Bandung yang paling populer. Surabi terbuat dengan bahan dasar tepung kemudian dibakar tungku menggunakan cetakan tanah liat dengan adonan yang cukup tebal. Pada mulanya rasanya terbatas hanya manis dan gurih. Namun, saat ini surabi telah mengalami modifikasi rasa dengan puluhan varian toping dari yang tradisional hingga modern, seperti toping oncom, nangka, keju, coklat, pisang, duren atau sosis. 

Cilok
Cilok terbuat dari tepung aci atau kanji yang dibentuk bulat lalu seperti baso kemudian dicolok menggunakan lidi. Makanya orang menyebutnya cilok alias aci dicolok. Cilok biasanya ditambah isian daging cincang atau telur. Untuk penyajiannya dilengkapi dengan kecap dan saus. Ada juga yang dimodifikasi dengan cara dibakar.
Cilok biasanya dijajakan oleh penjual menggunakan gerobak atau sepeda. Harganya yang murah meriah dan rasanya yang kenyal enak membuat jajanan ini banyak disukai anak sekolah. Bahkan, saat ini cilok Bandung sudah menjamur di berbagai kota-kota besar seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Semarang, dan Yogyakarta.

Cimol
Masih sejenis dengan cilok, ada satu lagi jajanan unik khas Bandung adalah Cimol. Bahan pembuatan cimol masih sama dengan cilok yaitu menggunakan tepung kanji atau aci yang dibentuk bulat seperti bakso. Perbedaan antara cilok dan cimol terletak pada cara memasaknya. Cilok direbus atau kukus, sedangkan cimol digoreng. Setelah digoreng, cimol biasanya dicampur dengan bubuk keju, cabai, atau saus kacang tergantung selera. Untuk menikmati kekenyalan cimol, sebaiknya dimakan saat masih hangat.

Peuyeum
Peuyeum sejenis dengan tape dan terbuat dari singkong. Rasanya yang manis dan empuk, membuat peuyeum cocok disajikan untuk camilan saat waktu senggang ditemani teh hangat. Makanan ini juga bisa digoreng seperti pisang goreng dengan ditambahi berbagai toping seperti keju atau coklat. Harganya murah dan bisa tahan cukup lama hingga beberapa hari. 

Tahu Susu 
Sesuai namanya, tahu sus diolah dengan cara mencampurkan kedelai dengan susu sehingga rasanya menjadi lebih gurih, lebih lembut, dengan isian yang padat. Selain Tahu Susu, ada juga Tahu Mentega yang diolah dengan menggunakan margarin dan garam tanpa susu.

Siomay
Siomay khas Bandung biasanya terbuat dari daging ikan lalu dicampur dengan sagu. Untuk pelengkap biasanya disajikan bersama tahu, kentang, dan kol. Semua bahan tersebut dikukus lalu diiris dan disiram dengan sambal kacang yang legit, ditambahkan saus, sambal, kecap, dan jeruk nipis. Karena sering dicampur dengan tahu, maka banyak juga yang menyebut siomay dengan sebutan baso tahu. 

Batagor
Selain siomay, batagor alias baso tahu goreng khas Bandung juga sangat terkenal. Mirip dengan siomay, batagor juga dibuat dengan menggunakan campuran tahu, adonan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Setelah dikukus, baso tahu tersebut kemudian digoreng.
Cara menghidangkannya pun sama dengan siomay, setelah matang digoreng, lalu dipotong-potong dan disiram dengan sambal kacang, dan ditambah sambal, saus, kecap dan jeruk nipis sesuai dengan selera.

Gehu 
Gehu merupakan makanan khas Bandung yang berupa tahu yang di dalamnya diisi dengan toge lalu digoreng dengan dilapisi tepung crispy. Gehu sendiri merupakan singkatan dari toge dan tahu. Saat ini, isian di dalam gehu sudah cukup bervariasi tidak hanya toge, melainkan ada tambahan kol, bihun, wortel, hingga daging cincang dan udang. Bahan-bahan tersebut biasanya ditumis terlebih dahulu dengan bumbu rempah dan cabai sebelum dimasukkan ke dalam tahu.

Keripik Setan
Mirip dengan keripik balado camilan khas Bandung yang bernama Keripik Setan terbuat dari singkong lalu diberi bumbu cabai yang pedas, dan  biasanya tersedia dalam beberapa level tingkat kepedasan. Bagi penggemar makanan pedas, wajib mencoba keripik yang satu ini.

Pisang Coklat (Piscok)
Satu lagi camilan enak khas Bandung yang tak boleh dilewatkan adalah Pisang Coklat (Piscok). Sesuai dengan namanya, Piscok terbuat dari pisang yang dilumuri coklat lalu dibungkus kulit lumpia dan digoreng. Rasanya yang manis, gurih, dan lembut di bagian dalam. 

Bandros
Bandros terbuat dari tepung terigu yang diadoni dengan santan kelapa, lalu di masak di atas cetakan cekung. Setelah matang, baru dihidangkan dengan diberi taburan kelapa parut.

Cireng
Cireng merupakan singkatan dari aci digoreng. Makanan khas Bandung ini dibuat dengan cara mencampurkan tepung kanji (aci), terigu, merica bubuk, garam, bawang putih, daun bawang, dan air menjadi satu. Setelah dicampur hingga membentuk adonan, lalu digoreng dengan minyak. Seiring dengan perkembangan jaman, cireng telah mengalami inovasi berupa tambahan isian yang cukup bervariasi mulai dari sosis, keju, ayam, sampai daging. Cireng Bandung paling enak disantap saat masih hangat dengan ditemani saus, sambal, atau kecap.

Colenak
Salah satu makanan khas Bandung adalah colenak alias “dicocol enak”. Colenak adalah peuyeum atau tape yang dibakar lalu disiram dengan campuran gula jawa cair dan parutan kelapa. Kabarnya, colenak ini sudah ada sejak tahun 1930-an. Untuk rasa colenak sendiri telah mengalami modifikasi, ada rasa nangka atau durian.

Comro
Combro termasuk jajanan unik khas Bandung yang sudah menyebar ke beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bogor. Kuliner khas yang satu ini terbuat dari singkong parut yang dibentuk bulat dan didalamnya diisi dengan sambal oncom, kemudian digoreng. Namanya comro sebenarnya merupakan singkatan dari “oncom di jero” atau apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya oncom di dalam. Comro rasanya gurih pedas dan paling nikmat disantap ketika masih hangat.

Misro
Misro mirip dengan comro, keduanya terbuat dari singkong yang diparut lalu digoreng. Yang membedakannya adalah isi didalamnya. Kalau combro berisi sambal oncom, misro berisi gula jawa /gula merah. Namanya pun merupakan singkatan dari “amis di jero” yang berarti manis di dalam.  Misro enak untuk dinikmati saat masih hangat.

Comring
Comring merupakan makanan ringan yang terbuat dari tepung tapioka, bawang daun, bawang merah, dan berbagai bumbu lainnya. Campuran adonan tersebut kemudian di cetak berbentuk bulat lalu dipipihkan dan dijemur hingga kering. Setelah benar-benar kering, adonan tersebut digoreng. Rasanya gurih dan renyah dan dapat dijadikan camilan saat waktu senggang.

Moring
Moring adalah singkatan dari cimol kering. Moring dibuat dengan bahan dasar tepung tapioka dengan campuran berbagai macam bumbu. Rasanya pun beragam, ada pesan dan asin. Bentuknya yang pipih mirip keripik, membuat banyak orang menyebutnya dengan nama keripik moring. Biasanya moring disantap untuk teman mie instan kuah, sebagai lauk saat makan nasi, atau pun dicamil langsung.

Tutut
Tutut merupakan sejenis keong yang biasanya hidup di persawahan dengan berbagai ukuran dari kecil hingga besar. Biasanya tutut dimasak dengan bumbu yang pedas ditambah daun salam dan sereh agar bau amis dalam tutut itu sendiri hilang. Ada juga yang memasak tutut dengan cara disayur bumbu kuning, dengan atau tanpa santan. Untuk menyantap tutut, digunakan tusuk gigi untuk mengambil daging keongnya atau disedot satu-satu agar keluar dari cangkang. 

Bandrek
Bandrek adalah minuman tradisional sunda yang terbuat dari jahe, gula merah, dan rempah-rempah. Bandrek cocok disajikan saat malam hari atau cuaca dingin karena bisa membuat badan menjadi hangat. Saat ini, bandrek telah mengalami inovasi dengan tambahan bahan seperti serai, merica, telur ayam kampung, hingga susu sapi.

Bajigur
Satu lagi minuman khas Bandung yang nikmat dikonsumsi saat cuaca dingin, yaitu bajigur. Minuman ini terbuat dari gula aren dan santan yang direbus dengan tambahan sedikit jahe, vanili, serta garam. Untuk menambah kenikmatan, biasanya bajigur dihidangkan dengan pisang rebus, ubi rebus, dan kacang rebus.

 Es Goyobod
Es Goyobod terbuat dari olahan tepung sagu aren yang diolah seperti agar-agar. Lalu dicampur dengan sekoteng, alpukat, santan kelapa, es serut, sirup gula, susu kental manis dan tambahan roti sebagai pelengkap.

Es Cendol 
Minuman khas Sunda ini terbuat dari tepung beras yang diberi pewarna hijau daun suji yang disajikan dengan santan dan gula merah cair.

Nasi Kalong
Sesuai dengan namanya, nasi khas Bandung yang satu ini memang hanya bisa ditemui saat malam hari. Nasi Kalong terbuat dari beras merah, bumbu seperti daun salam, cabai, bawang, dan diberi kluwek sehingga warnanya menjadi hitam. Nasi Kalong biasanya disajikan dengan tumis buncis bakar, ayam goreng madu, dan sambal. 

Selain daftar di atas, masih banyak lagi jajanan khas Bandung seperti nasi tutug oncom, basreng, pisan bolen, brownies kukus, es lilin, dan lain-lain. Jajanan mana yang pernah Anda coba? [EH]
 

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com