Oktober 2018 / HONOURING OTHERS

Sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menghindar untuk  berinteraksi dengan orang lain. Di setiap interaksi yang terjadi dalam kehidupan kita, bagaimana kita merespons sikap dan perilaku orang lain, akan sangat menentukan respons dan sikap yang kita akan kita terima. Prinsip ini sesungguhnya berlaku secara timbal balik. Salah satu respons yang kita dapat berikan kepada — atau terima dari —  orang lain adalah sikap hormat.

Menghormati orang lain merupakan perintah Tuhan. Di dalam Efesus 5:33 dan 1 Petrus 3:7, baik rasul Paulus maupun rasul Petrus, menuliskan pentingnya sikap hormat ini di dalam kehidupan pernikahan atau keluarga. Lebih luas lagi, dalam 1 Petrus 2:17 tertuang prinsip untuk saling menghormati kepada semua orang: “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!”

Kitab Hakim-Hakim mencatat  kisah tentang Gideon yang bersembunyi karena takut kepada orang Midian. Ketika malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya, malaikat tersebut berkata, “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Perkataan malaikat ini disampaikan kepada Gideon bukan karena apa yang Gideon telah lakukan, tetapi karena mengetahui bagaimana Tuhan akan memakai Gideon.

Orang yang menghormati orang lain akan terlebih dahulu menghormati Tuhan dengan sepenuh hati. Bukan hanya sekedar rasa hormat seperti yang tertulis dalam Yesaya 29:13: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.” Menghormati orang lain haruslah menjadi sebuah perwujudan dari sikap hormat kita kepada Allah yang menciptakan manusia. Allah ingin kita yang terlebih dahulu mengambil inisiatif untuk memberikan sikap hormat kita kepada orang lain. Roma 12:10 mengatakan, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”

Pada akhirnya, sikap hormat kita kepada orang lain sesungguhnya menunjukkan bagaimana kita menghargai pribadi tersebut dan sekaligus juga menyatakan bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Sikap hormat kita kepada orang lain juga tidak boleh didasari oleh motivasi-motivasi yang tersembunyi. Kita harus belajar untuk memberikan rasa hormat dan penghargaan kita kepada orang lain dengan tulus. Juga berikanlah rasa hormat kita kepada orang lain, bukan karena orang tersebut pantas kita hormati atau tidak, tetapi karena sikap menghormati orang lain itu memang sudah menjadi bagian hidup kita. Perbedaan pendapat, cara pandang, gaya berpakaian, cara berbicara atau hal-hal lainnya tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk tidak menghargai dan menghormati seseorang. Ingatlah bahwa memang Tuhan menciptakan kita unik dan berbeda satu sama lain. Kita harus menjadi pribadi yang mau berinisiatif untuk menghargai dan menghormati orang lain, karena itulah yang diperintahkan Allah kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Saat terasa sulit untuk menghormati orang, terutama mereka yang tidak menunjukkan rasa hormat, ingatlah akan karya Kristus dan pengampunan yang Ia diberikan kepada kita, mintalah tuntunan Roh Kudus agar sikap menghormati orang lain dapat menjadi gaya hidup dan panggilan Anda dalam semua aspek kehidupan. [EH&HS]

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.  Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com