July 2018 / ZERO WASTE

Bulan Juli ini Anda akan banyak melihat tagar #plasticfreejuly ramai di media sosial. Plasticfreejuly adalah tantangan untuk menolak penggunaan plastik sekali pakai selama bulan Juli ini sebagai salah satu program dari gerakan zero waste.

Sampah plastik telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan sekarang ini. Beberapa waktu lalu, sempat viral video yang merekam seorang wisatawan asing yang sedang menyelam di perairan Bali. Yang mengejutkan, video ini bukannya menunjukkan pemandangan bawah laut yang penuh dengan ikan dan mahluk air lainnya. Wisatawan tersebut malah ditemani dengan banyak sampah plastik yang berenang kesana kemari mengikuti ombak.

Problema melimpahnya sampah plastic tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi melanda berbagai negara di dunia. Kantong plastik yang digunakan sehari-hari membutuhkan ratusan tahun untuk dapat sepenuhnya terdekomposisi. Tidak hanya terbatas pada kantong plastik saja, botol plastik, gelas plastik dan sedotan plastik juga turut berkontribusi dalam menumpuknya sampah plastik di dunia ini dan meresahkan para pemerhati lingkungan, Kekhawatiran terkait sampah plastik ini telah melahirkan banyak gerakan yang mendorong gaya hidup yang peduli akan lingkungan,  seperti gerakan zero waste. Konsep zero waste telah mendunia. Tidak diketahui siapa yang memulainya, tetapi gerakan ini telah tersebar luas di berbagai belahan dunia. Apa sebenarnya gerakan zero waste?

Sesuai dengan namanya, zero waste mengusung gaya hidup yang bertujuan meminimalisir produksi sampah hingga titik nol, baik sampah organik maupun sampah non organik. Untuk dapat menunjang gaya hidup ini, berbagai benda telah diproduksi agar masyarakat bisa dengan mudah mempraktekan gaya hidup zero waste ini. Yang sudah lazim kita kenal diantaranya adalah eco bag, botol minum dan tumbler.  Belakangan ini muncul beberapa produk baru diantaranya adalah:

Sedotan bambu/ stainless steel
Anda mungkin pernah menonton video dimana seseorang sedang berusaha mengeluarkan sedotan plastik yang tersumbat dalam hidung seekor penyu laut. Insiden itu memacu para penggiat zero waste untuk mencari alternatif sedotan yang tidak sekali pakai, hingga muncullah sedotan dari bahan bambu dan stainless steel. Sedotan ini dapat dibersihkan dan dipakai berkali-kali, bentuknya ada yang lurus dan ada yang ditekuk, tergantung preferensi anda. 

Menstrual cup
Bagi kaum wanita, pembalut merupakan kebutuhan setiap bulan yang tidak bisa dihindari, yang otomatis menghasilkan sampah periodik. Namun sekarang sudah ada inovasi baru pengganti pembalut, yaitu menstrual cup. Terbuat dari bahan silikon yang diklaim aman bagi tubuh manusia, benda ini mulai ramai digunakan oleh para wanita sebagai ganti pembalut dan tampon.

Food recycler
Saat ini sudah tersedia mesin yang bisa mengolah sampah organik anda menjadi kompos. Anda tinggal memasukkan sampah organik anda ke dalam mesin yang berbentuk seperti dispenser beras, ini, dan dalam 24 jam kompos akan secara otomatis tersedia dalam wadah di bagian bawah mesin yang dapat ditarik keluar.

Anda mungkin berpikir bagaimana mungkin kita hidup tanpa memproduksi sampah sama sekali, sedangkan barang-barang yang supermaket semuanya dibungkus dalam wadah plastik. Kabar baiknya, sudah mulai bermunculan toko dan supermaket yang menjual barang tanpa packaging sama sekali, misalnya yang sudah beroperasi di Amsterdam, Berlin, Inggris, dan Bali.

Toko seperti ini mengusung konsep bulk food store. Ketika Anda masuk ke took-toko ini, Anda akan melihat semua bahan makanan tanpa kemasan plastik individu, ditumpuk dalam jumlah banyak, seperti yang lazimnya Anda lihat di pasar-pasar tradisional. Untuk berbelanja di tempat seperti ini, Anda tidak cukup hanya membawa eco bag saja, tapi Anda juga perlu membawa wadah yang diperlukan. Misalnya anda ingin membeli gula, maka anda harus membawa wadah gula anda dari rumah, sesampainya disana anda tinggal menyendokkan jumlah gula yang Anda perlukan ke dalam wadah anda sendiri, kemudian ditimbang untuk menentukan harga yang harus Anda bayar.

Zero waste memang mempunyai tujuan akhir meng-nol-kan produksi sampah. Anda dapat memulainya dengan mengurangi sampah yang Anda hasilkan hari lepas hari. Berikut adalah beberapa tIps untuk mulai menerapkan gaya hidup zero waste yang dapat dengan mudah dipraktekkan.

  • Beralih ke tumbler.
    Penggunaan tumbler tidak hanya dapat mengurangi produksi sampah kemasan air isi ulang. Anda juga dapat menghemat pembelian minuman kopi di beberapa kedai kopi waralaba. Beberapa gerai kopi akan memberikan diskon jika Anda membawa tumbler sendiri, bahkan hingga memberikan diskon sebesar 50% setiap tanggal tertentu.
     
  • Tolak kantong plastik.
    Hal ini mungkin lebih mudah dipraktekkan ketika Anda berbelaja di supermaket, toko buku, toko obat maupun gerai lainnya. Namun ketika berbelanja di pasar, dimana semua penjual terbiasa memasukkan apapun yang ke dalam kantong plastik, hal ini agak sulit diterapkan. Anda berkomunikasi dengan penjual untuk tidak menggunakan kantong plastik dan meminta barang yang Anda beli untuk langsung dimasukkan ke dalam keranjang ataupun eco bag yang Anda bawa. Jika membeli produk daging atau makanan makanan basah lainnya, Anda dapat membawa wadah tersendiri dari rumah agar bisa menghindari penggunaan kemasan plastik.
     
  • Mengubah sampah organik menjadi kompos.
    Tidak hanya sampah plastik saja, sampah organik pun mempunyai andil dalam mencemari lingkungan walaupun terurai dalam waktu yang relatif jauh lebih singkat dibandingkan sampah plastik. Solusi mudah dari sampah organik adalah selalu habiskan makanan Anda, bangun kebiasaan untuk tidak membuang-buang makanan. Untuk sisa makanan yang tidak dapat dimakan seperti tulang, biji-bijian, kulit buah,  dapat diolah menjadi kompos.
     
  • Menghindari penggunaan alat makan sekali pakai.
    Dengan alasan kemudahan, banyak gerai makanan yang menyediakan alat makan sekali pakai seperti sumpit kayu; sendok, garpu, pisau yang terbuat dari plastik; sedotan plastik, wadah sambal. Anda dapat mengurangi sampah yang dihasilkan dari benda-benda tersebut dengan senantiasa membawa alat makan sendiri yang bukan sekali pakai.

Walaupun Anda mungkin berpikir bahwa gaya hidup zero waste ini adalah ide yang baik, namun Anda mungkin juga berpikir bahwa gerakan ini cukup merepotkan. Barang bawaan menjadi sangat banyak dan biaya yang dikeluarkan untuk membeli benda-benda penunjang lumayan maha. Tetapi dibutuhkan usaha untuk memperbaiki keadaan dunia yang sudah sangat tercemar ini, dan usaha yang Anda lakukan sekarang untuk memelihara kelestarian lingkungan, merupakan untuk kebaikan generasi berikutnya juga. Maka dari itu, mulai hari ini ayo jaga lingkungan hidup. Lakukan apa saja yang Anda dapat lakukan untuk meminimalisir produksi sampah, dan berkontribusilah dalam menciptakan dunia yang lebih baik. [EV]

©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com